Tuesday, February 25, 2020
Home > Berita > Pesta Narkoba di Hotel, Pengacara Dimas Kanjeng Digerebek Polisi

Pesta Narkoba di Hotel, Pengacara Dimas Kanjeng Digerebek Polisi

Dimas Kanjeng Taat Pribadi bersama pengacara. (ist)

  • Ditangkap Bersama Sang Adik

 

MIMBAR-RAKYAT.COM (Surabaya) – AF, pengacara Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ditangkap polisi bersama adiknya, di kamar hotel ternama di Surabaya, Jawa Timur, karena diduga pesta narkoba.

“Barang bukti shabu ada. Pada Senin ini kita akan beberkan,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Donny Adityawarman, kemarin.

AF digerebek di kamar hotel di kawasan Surabaya Selatan yang ditempatinya bersama adiknya. Dari kamar itu, petugas menemukan plastik klip yang ada shabu di dalamnya, juga alat hisap (bong).

AF bersama adiknya, dan satu orang yang belum diketahui identitasnya ditangkap petugas pada Kamis (27/10) lalu, namun sengaja belum dirilis karena masih dilakukan pendalaman.

Menurut informasi, AF diduga menggelar pesta shabu, seusai mendampingi pemeriksaan sejumlah Sultan Padepokan Dimas Kanjeng, di Ditreskrimum Polda Jatim.

Dia digerebek di sebuah kamar yang sudah dipesannya sehari sebelum pemeriksaan Sultan, anak buah Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu.

Awalnya, polisi mendapat laporan terkait adanya pesta shabu di sebuah hotel. Petugas melakukan penyisiran. Hasilnya, kamar yang dihuni 3 orang digerebek. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti.

Saat mendatangi Ditreskrimum untuk mendampingi Sultan yang menjadi saksi pada Kamis lalu, AF diantar seorang sopir dan adiknya. Diduga sang sopir ikut menikmati barang terlarang itu. Hanya saja, saat penggerebekan, sopir ini tidak berada di lokasi. Tapi hanya ada AF dan adiknya.

Menurut AKBP Donny, petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. “Kasus ini masih kami kembangkan. Nanti, kalau sudah selesai akan kami beberkan,” katanya.

PENGGANDAAN UANG
Sementara penyidik Ditreskrimum Polda Jatim yang menangani dugaan penipuan dengan modus
penggandaan uang yang dilakukan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan kaki tangannya (Sultan), bakal menetapkan beberapa tersangka baru.

Beberapa Sultan Agung dan Sultan yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi tersangka. Karena peran Sultan atau Sultan Agung merupakan
pengumpul uang dari masyarakat atau koordinator uang mahar kemudian disetor ke padepokan.

Menurut informasi, salah satu Sultan Agung yang sudah ditahan, Suryono, 48, warga Jalan Pahlawan, Desa Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Tersangka yang memiliki nomor KTS
009/0031/10 itu ditahan penyidik sejak akhir pekan lalu.

Beberapa korban yang sudah diperiksa penyidik mulai dari Makassar, Kudus, Jateng, Ponorogo, Jember, Surabaya dan lainnya itu melalui beberapa sultan. Sementara Taat Pribadi menjadi tersangka tunggal.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono menjelaskan, penyidik terus bekerja untuk memeriksa dan menggali informasi dari korban. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru