Wednesday, October 18, 2017
Home > Berita > Pertikaian di Keraton Solo Berakhir, Siap Jadi Mitra Pemerintah Lestarikan Tradisi dan Budaya

Pertikaian di Keraton Solo Berakhir, Siap Jadi Mitra Pemerintah Lestarikan Tradisi dan Budaya

Keraton Kasunanan Surakarta. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Solo) – Pertikaian di Kraton Kasunanan Surakarta (Solo) berakhir. Pihak yang bertikai sepakat berdamai. Kesepakatan damai ini juga melibatkan GKR Wandansari (Gusti Moeng), yang dulu gigih mempertahankan kondisi kraton.

Inilah yang kemudian menarik, terlebih dalam kesepakatan ini disebutkan sepakat damai dan siap menjadi mitra pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian tradisi dan budaya di keraton penerus dinasti Mataram tersebut.

Kesepakatan perdamaian ditandangani dalam sebuah acara di Sasana Putra, Jumat malam hingga Sabtu (24/6) dinihari. Acara itu dihadiri Raja Paku Buwono (PB) XIII, 17 adik-adiknya, termasuk KGPHPA Tedjowulan dan KGPH Benowo dari pihak PB XIII, serta KGPH Puger dan GKR Wandansari dari pihak Lembaga Dewan Adat (LDA).

Perjanjian juga disaksikan oleh perwakilan Pemerintah, antara lain Wantimpres Subagyo HS, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai dan Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Edwin Apria Candra.

Pertama, para pihak tersebut merupakan tokoh-tokoh kunci. Dulu, 2012, ketika ada Istana di bawah pimpinan KGPHPA Tedjowulan di luar keraton, dan Sri Paku Buwono XIII yang berada di dalam keraton kemudian rujuk, hal itu tetap mendapat penolakan dari GKR Wandansari.

Saat itu upaya damai diupayakan oleh Jokowi saat masih menjadi Walikota Solo, dan akan maju jadi Gubernur DKI Jakarta. Upaya damai sempat tercapai, tapi GKR Wandansari menolak, dan dia membangkang terhadap kakaknya yang notabene Raja di Kasunanan saat itu, yang artinya juga penguasa segala pusaka keraton.

Faktanya, GKR Wandansari masih cukup kuat pengaruhnya, dan dia memimpin Lembaga Dewan Adat (LDA), yang sepertinya ini masih relatif baru.

Masyarakat melihat, sejak saat itu justru raja seperti susut kendalinya di keraton, dan Lembaga Dewan Adat itu yang lebih berada di dalam keraton. GKR Wandansari sendiri juga bergabung dengan Partai Demokrat.

Kalangan LDA ini juga dianggap berseberangan dengan Pemkot Surakarta (Solo) sejak era Jokowi hingga era FX Hadi Rudyatmo. Sehingga bantuan keuangan pemerintah ke keraton pun terhambat karena kondisi ini.

Ada sementara selentingan, kalau ada ada wisatawan ingin melihat keraton, kalangan Pemkot malah menganjurkan ke Mangkunegaran saja, bukan ke Keraton Kasunanan.

Di sisi lainnya, Gusti Tedjowulan merupakan tokoh yang berseberangan dengan GKR Wandansari (Gusti Mung). Gusti Tedjowulan sendiri tokoh dengan dukungan BRA Mooryati Soedibyo, yang dikenal juga sebagai pengusahan kelas kakap, dan kini sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rumahnya, jadi tempat penobatan Gusti Tedjo jadi raja.

Mooryati juga orang yang sangat dihormati oleh Presiden Jokowi. Rumah Mooryati di Jakarta, pernah menjadi markas Timses Jokowi saat menjadi calon gubernur dan juga capres.

Maka dalam posisi sekarang ini, maka pihak Gusti Tedjowulan menjadi sangat kuat, karena ada BRA Mooryati yang menjadi Wantimpres, dan dia juga sangat dihormati Jokowi.

Dengan kondisi ini, terlihat bahwa LDA bersama Gusti Mung, melemah dalam hal dukungan dari luar (kekuasaan). Ini jelas tidak menguntungkan, termasuk dalam hal dukungan dana untuk memelihara keraton yang begitu luas.

Maka dengan kondisi tersebut, tampaknya, pihak Gusti Mung kemudian melunak, demi kelestarian keraton. Sehingga, bertemulah para pihak di atas dalam serangkaian pertemuan, hingga dicapai kesepakatan Jumat-Sabtu dinihari itu.

Kondisi ini diharapkan benar-benar tulus ikhlas, dan langgeng, agar keraton dengan segala warisan kebudayaannya bisa dilestarikan.

Konflik berkepanjangan di Kasunanan Surakarta berakhir, setelah selama ini kekuasaan terpecah, bahkan muncul keraton tandingan. Kesepakatan damai terjadi setelah serangkaian hingga Sabtu dinihari.

Dalam kesempatan itu, mereka sepakat damai dan menjadi mitra Pemerintah untuk bersama menjaga kelestarian tradisi dan budaya di keraton penerus dinasti Mataran tersebut.

“Inilah langkah yang lebih baik untuk kesatuan, persatuan dan bisa bekerja bersama-sama untuk mewujudkan kejayaan keraton, kesejahteraan masyarakat keraton dan sekitarnya, kemandirian dan kesinambungan keraton,” kata Subagyo HS usai acara kesepakatan di Kompleks Keraton Suarakarta.

Pemerintah akan menjadi mitra untuk bersama membangun Keraton Kasunanan Surakarta. Saat ini pemerintah tengah membentuk unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai mitra Keraton.

“Ini sudah proses dibentuk. Saya beberapa kali memimpin rapat itu. UPT dibentuk agar keraton bisa terkelola dengan baik, dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik,” lanjutnya.

Sementara, KGPH Puger mengatakan kesepakatan damai tersebut hanya langkah awal menuju perombakan pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.

“Nanti tergantung Sinuhun (PB XIII) apakah LDA ini tetap ada atau tidak. Mengenai perombakan struktur itu nanti. Ini kita sepakat dulu kembali mendukung Sinuhun kembali,” ujarnya.

Adapun konflik berawal setelah PB XII mangkat pada 2004 namun tidak memiliki putra mahkota. Perebutan tahta raja terjadi antara Hangabehi dan Tedjowulan. Keduanya menyatakan diri sebagai raja.

Pada 2012, Walikota Surakarta Joko Widodo berusaha merekonsiliasi keduanya hingga bersatu kembali. Hangabehi dinobatkan menjadi PB XIII, sedangkan Tedjowulan menjadi maha patih.

Bersatunya Hangabehi dengan Tedjowulan justru disinyalir oleh adik-adiknya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap adat keraton. Adik-adik Hangabehi yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat kemudian mengambil alih pengelolaan keraton.

Masyarakat Solo senang melihatadanya kesepakatan damai tersebut, dan berharap bisa langgeng, tanpa gesekan bahkan perpecahan lagi. “Ya, baguslah kalau bersatu lagi. Tapi, ya semoga langgeng dan memperhatikan kondisi kraton, budayanya. Harus saling ikhlas,” kata Sisno, warga di Pasar Kliwon, Solo. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru