Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Pertama Kali di Indonesia, Penghafal Al Quran Digaji

Pertama Kali di Indonesia, Penghafal Al Quran Digaji

Ilustrasi - Para penghafal Al Quran (dakwatuna.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Surabaya) – Program ini untuk pertama kalinya dilakukan di Indonesia, para penghafal Al Quran di Jawa Timur akan menerima gaji dan diharapkan akan diikuti provinsi lain.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan di Surabaya minggu ini, ide untuk melahirkan program itu muncul dalam diskusinya dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dihubungkan dengan siapa saja yang berhak mendapat bantuan.

Wakil gubernur yang akrab disapa Gus Ipul itu, menambahkan, pada tahap awal ini akan diberikan honor atau gaji sebesar Rp300 ribu per orang mulai akhir Januari, kepada 2.5000 penghafal (hafidz) Al Quran di kawasan Jawa Timur.

“Dari hasil diskusi kami muncul ide memberikan bantuan kepada para pengajar yang hafal Al Quran, karena ikut membina akhlak masyarakat Jatim. Saat itu juga Gubernur menyetujuinya,” kata Gus Ipul.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Jawa Timur, Bawon Adhi Yithoni, menambahkan, gaji pada penghafal Al Quran itu kemungkinan besar cair akhir tahun ini.

Ia menambahkan, para guru penerima gaji itu akan ditelusuri apakah betul hafal Al Quran, dimana tempat ia belajar dan akan dilakukan test.

Ia menuturkan, bantuan itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pengajar sekaligus penghafal Al Quran yang dalam tahap awal ini akan diserahkan ke 2.500 orang.

“Para pengajar ini ikut andil besar dalam mendidik masyarakat Jatim agar memiliki akhlak yang baik, sekaligus membantu membangun moral bangsa.  Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan tanpa akhlak yang mulia maka akan sia-sia dan tidak memberikan dampak bagus untuk masyarakat,” katanya.

Para penerima program ini sebelumnya telah melalui serangkaian verifikasi yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Alquran (LPTQ) provinsi dan kabupaten/kota.

Ia menyatakan, tidak tertutup kemunginan pada tahun depan jumlah penerimanya akan bertambah, namun pemilihan mereka pun diperketat, salah satunya melalui tes agar program itu tepat sasaran.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin baru-baru ini melepas 100 santri penghafal Al Quran ke Turki untuk memperdalam Islam dalam Program Beasiswa Tahfidz Al Quran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI).  (AN/KB/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru