Wednesday, October 16, 2019
Home > Berita > Perlu Digali Kebenaran Peninggalan Sejarah di Gunung Sangiang

Perlu Digali Kebenaran Peninggalan Sejarah di Gunung Sangiang

Gunung Sangiang di Garut. (Yat)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Gunung Sangiang yang terletak di Kecamatan Balubur Limbangan, disebut-sebut banyak meninggalkan batu dan alat peninggalan zaman dahulu sehingga perlu digali kebenarannya.

Masyarakat setempat sudah lama meminta Disparbud Garut agar melakukan penelitian, namun hingga saat ini pihak Pemkab Garut belum perduli dan belum ada dikunjungi seorang pejabatan pun.

Di lokasi Gunung Sangiang ini banyak ditemukan jenis jenis batu  yang berdiri di atas bukit bagaikan bekas sebuah perkampungan, tepatnya berlokasi di kampung Cileunca dan Desa Ciwangi Kecamatan Balubur Limbangan.

Selain batu batu yang menghampar seperti bekas perkampungan, juga banyak ditemui alat berupa
penumbuk padi yang semuanya terbuat dari jenis batu pra-sejarah.

Ada juga batu berupa lesung dari yang ukuran kecil hingga besar, juga ada beberapa peralatan yang diperhitungkan digunakan manusia pra-sejarah untuk membunuh hewan, seperti tombak, pisau ataupun yang lainya,  semua terbuat dari batu.

Dengan dasar penemuan benda benda tersebut, beberapa tokoh mengatakan yakin bahwa di Gunung Sangiang itu benar-benar memiliki nilai sejarah sangat tinggi.

Seorang guru SMP di Limbangan, Ani Mpd, mencoba menggali dan mencari kebenaran yang dilihatnya selama ini, dan hasil penemuanya itu dijadikan tesis S2 di UPI.

Ia terus berusaha mengajak berbagai arkeolog dan para sejarawan untuk ikut menggali nilai sejarah yang ada di sana.

Dilihat dari latar belakang sejarah, Balubur Limbangan merupakan Pusat Pemerintahan Garut yang pertama dan Limbangan memiliki sejarah yang erat kaitanya dengan Sumedang, Larang maupun
dengan kerajaan lain di wilayah nusantara kala itu.

Ani mengatakan, kata Sangiang mengandung arti sangat dalam, dari kata “Sang hyang hurip”, yang diperlambangkan dengan simbol batu perempuan yang terbelah, juga batu gantung dan batu panjang.

Berdasarkan maknanya, katanya, dapat diartikan bahwa batu belah adalah tekad, batu gantung adalah
lampah, dan batu panjang adalah ucap.

Pola Tritangtu sudah diterapkan dalam pendirian Gunung Sangiang  (Jakob Sumardjo: 2013),, kata Ani .
Jika dilihat dari sisi historis, Gunung Sangiaang merupakan kabuyutan dan selain itu Gunung Sangiang diyakini sebagai tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi).

“Tempat itu selalu dijadikan tempat peristirahatanya saat beliau dalam perjalanan jauhnya. Gunung Sangiang bisa saja merupakan budaya prasejarah atau sudah zaman sejarah. Hal ini jika diurut berdasarkan ilmu prasejarah,” kata Ani.

Gunung Sangiang bisa saja mengarah kepada punden berundak, tambahnya, sebab di Gunung
Sangiang terdapat bongkahan batu besar yang berukuran kurang lebih 200 x 50 meter. Arah depan Gunung Sangiang seperti memiliki sentuhan yaitu adanya pemangkasan batu untuk dijadikan sebuah pelataran.

Dinding Gunung Sangiang tidak tegak namun memiliki kemiringan yang berfungsi untuk menghindari pelataran tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Bagian Samping Gunung Sangiang tidak nampak ada rekaan, ini kemungkinan terjadi longsor atau hantaman angin, katanya.

Menurut masyarakat setempat, di Gunung Sangiang pernah terjadi tiupan angin kencang yang merobohkan ratusan pohon. Dan Diperkirakan pohon tersebut telah berumur ratusan tahun, sebab diameternya pun lebih dari satu meter.

Pada bagian atas Gunung Sangiang banyak ditumbuhi berbagai tanaman perdu dan pohon-pohon kayu, tetapi dari kejauhan jika dilihat bagian atap dasar Gunung Sangiang terdiri atas lempengan batu yang
tersusun dengan baik, menyerupai Punden Berundak dan diatas Gunung Sangiang terdapat makam yang diberi nama Sangiang Kanduruhan.

Masyarakat setempat berharap, pihak Disparhub Kabupaten Garut mau dan perduli menyelamatkan nilai sejarah yang ada di kawasan Gunung Sangiang tersebut. (Yayat Ruhiyat/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru