Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Pergoki 2 Pencuri di Dalam Rumah, Mahasiswi Akademi Perawat Diperkosa dan Dibunuh

Pergoki 2 Pencuri di Dalam Rumah, Mahasiswi Akademi Perawat Diperkosa dan Dibunuh

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Bandung) – Pergoki dua pencuri masuk rumah, mahasiswi Akademi Perawat (Akper) Garut, Jawa Barat, Nisa Nurhayati, 19, diperkosa dan dibunuh di kamar tidur, di Perumahan Banyuherang, Blok D No. 2, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat (2/12).

“Dalam tempo 4 jam seorang tersangka berhasil ditangkap petugas,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Peristiwa mengenaskan itu sekitar puku 01:00 dinihari. Warga yang mendengar teriakan minta tolong berdatangan ke rumah korban. Karena pintu terkunci, warga langsung mendobraknya.

Saat pintu terbuka, warga kaget karena korban tergeletak di kamar tidur dengan tubuh bersimbah darah. Warga melapor ke polisi.

Tim Inafis Polres Garut yang melakukan pemeriksaan di TKP menyatakan, korban sudah tak bernyawa dan diduga kuat korban pembunuhan. Ternyata, sebelum dihabisi, korban dipekosa  lebih dulu.

Dijelaskan Yusri Yunus, warga yang bermaksud memberikan pertolongan sempat melihat pelaku di rumah tersebut. Pelaku seorang pria dalam kondisi panik dan masih telanjang. Pelaku kemudian kabur melalui jendela belakang rumah korban.

Hasil pemeriksaan, polisi mencatat dua barang korban yang hilang, yakni HP dan laptop.

Polisi hanya membutuhkan waktu 4 jam untuk membekuk tersangka, Restu Fauzi, 20. Pemuda ini ditangkap di rumahnya di Kampung Lebaksari, Garut. Sedang temannya Epul masih buron.

Tersangka ditangkap setelah timsus mendetesi keberadaan HP korban yang berada di tangan pria tersebut. Tim bergerak dan berhasil menangkapnya.

Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku tidak berniat memperkosa dan membunuh korban. Awalnya, tersangka mencuri di rumah korban masuk melalui atap genteng. Tapi ketika tersangka dan
temannya masuk kamar, korban terbangun dan menjerit. Karena kepergok, tersangka lalu memukul kepala korban pakai batu bata.

Korban masih bangun dan masuk ke kamar tidur. Tersangka yang panik mengejar. Saat korban mau memukul tersangka dengan seterikaan, tersangka Epul langsung memukul kepala korban dengan bata merah dan korban pingsan.

”Saat diketahui korban masih hidup, Epul menelanjanginya kemudian memperkosanya,“ kata Yusri. Tersangka Restu memegangi tubuh korban sambil menyumpal mulutnya pakai kaos kaki hingga tewas. Ketika warga di luar rumah sudah ramai, tersangka dan temanya kabur lewat jendela belakang. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru