Monday, December 16, 2019
Home > Berita > Perang Suriah Takkan Berakhir Selagi Assad Berkuasa

Perang Suriah Takkan Berakhir Selagi Assad Berkuasa

Korban senjata kimia tentatara pemerintahan Suriah. (Foto:AP/Al Jazeera

Korban senjata kimia tentatara pemerintahan Suriah. (Foto:AP/Al Jazeera

 

Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Tidak ada solusi untuk mengakhiri perang di Suriah selagi Presiden Bashar al-Assad masih berkuasa di Negara itu.  Demikian dikatakan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley menegaskan posisi pemerintahan Trump terkait Suriah.

Dalam wawancara khusus dengan CNN, yang akan disiarkan secara penuh  Minggu (10/4), Niki Haley mengatakan, tidak ada solusi terkait perang di Suriah jika Assad masih berkuasa. Prioritas AS di bawah Presiden Donald Trump, katanya, adalah menurunkan Presiden Asad, serta menghentikan keterlibatan Iran serta mengalahkan ISIL.

“We don’t see a peaceful Syria with Assad in there,” tegasnya dalam wawancara tersebut, seperti dikutip oleh Al Jazeera. Sulusi terkait perang, menurut dia, tidak mungkin bisa dilaksanakan ketika Presiden Bashar al-Assad masih berkuasa.

“Kami tidak melihat Suriah dapat berubah damai selagi Assad masih di sana,” kata Haley, dalam wawancara yang direkam 30 Maret lalu.
Keterangan Haley ini disampaikan sebelum AS menghantam pangkalan udara Suriah dengan 59 rudal Tomahawk  Kamis lalu,yang merupakan balasan atas apa yang disebut sebagai serangan senjata kimia oleh pasukan Assad terhadap warga sipil Suriah.

Presiden Donald Trump memerintahkan serangan rudal setelah menonton  televisi tentang bayi yang menderita luka akibat senjata kimia oleh militer Suriah.

Rex Tillerson, sekretaris negara AS, mengambil sikap lebih sabar berkenaan dengan Assad. Dia mengatakan.  Sabtu, bahwa prioritas pertama pemerintahan AS adalah mengalahkan ISIL yang juga dikenal sebagai ISIS.

“Setelah ancaman dari ISIL telah dikurangi atau dihilangkan saya pikir kita bisa mengalihkan perhatian langsung  menstabilkan situasi di Suriah”, tutur Tillerson seperti dikutip Al Jazeera dari  CBS.

Hingga saat ini lebih dari 320.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik terjadi Maret 2011 yang diawali demonstrasi anti-pemerintah.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru