Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Perang Suriah: 27 Tewas, Serangan Gas Bunuh Anak di Ghouta Timur

Perang Suriah: 27 Tewas, Serangan Gas Bunuh Anak di Ghouta Timur

Lebih dari 500 orang terbunuh di pinggiran kota Damaskus sejak 18 Februari. (Foto: Anadolu/Al Jazeera)

Lebih dari 500 orang terbunuh di pinggiran kota Damaskus sejak 18 Februari. (Foto: Anadolu/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Damaskus) –  Pejabat kesehatan di daerah kantong wilayah anti-pemerintah Suriah, di Ghouta, menuduh pasukan pemerintah Suriah menggunakan gas beracun dalam pengeboman udara di pinggiran kota Damaskus.

Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal dengan nama White Helmets, mengatakan pada Minggu (25/2) bahwa wanita dan anak-anak di kota Al-Shifoniyah mengalami kesulitan bernafas akibat serangan gas beracun tersebut.

Laporan tentang serangan gas muncul saat pasukan pemerintah Suriah terus menyerang daerah pinggiran Damaskus yang dikepung. Setidaknya satu anak meninggal akibat mati lemas, tulisnya di akun Twitter resmi mereka.

Laporan tentang serangan gas terjadi saat pasukan Presiden Bashar al-Assad itu berperang melawan kelompok oposisi, dalam upaya untuk menembus wilayah yang terkepung tersebut.

Sedikitnya 27 orang tewas pada hari Minggu akibat penembakan pesawat tempur Suriah yang didukung Rusia, yang telah menargetkan berbagai “distrik dan kota” di pinggiran kota Damaskus. Demikian dilaporkan Mohammed Al Jazaeri dari Al Jazeera, dari Ghouta Timur.

Serangan tersebut terjadi setelah Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menetapkan sebuah resolusi, Minggu, menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah.

Pekan lalu, serangan udara mematikan dan tembakan artileri yang diluncurkan oleh pasukan Suriah yang didukung Rusia memperburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan di daerah kantong yang terkepung tersebut.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), lebih dari 500 warga sipil kehilangan nyawa akibat pengeboman udara yang dimulai pada 18 Februari.

Awal pekan ini, PBB dan badan-badan internasional lainnya mengungkapkan kemarahan atas jumlah korban sipil. Ratusan ribu orang tewas dalam pertempuran selama perang saudara tujuh tahun Suriah, dan jutaan orang terpaksa melarikan diri dari negara tersebut.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru