Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Perang Melawan Narkoba Belajarlah ke Filipina

Perang Melawan Narkoba Belajarlah ke Filipina

ilustrasi (salam dakwah.com)

ilustrasi (salam dakwah.com)

Perang terhadap narkoba harus benar-benar dalam arti sesungguhnya. Tak akan tuntas bila hanya diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) semata. Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memberi contoh, bagaimana seharusnya melawan para perusak anak-anak bangsa di Filipina. Dia menghadapi pelaku perdagangan obat-obat terlarang itu dalam arti sesungguhnya.

Duterte menghadapi jaringan perdagangan obat ilegal dengan sepenuh hati, jika perlu menggunakan senjata tajam, peluru. Tembak jika menghadapi perlawanan. Hasilnya, Presiden yang baru naik “tahta” Mei lalu ini, melalui aparat di negara yang dipimpinnanya telah menewaskan lebih dari 3.800 jiwa para penjahat narkoba.

Tidak sedikit kritikan bahkan kecaman diarahkan padanya akibat menembak mati penjahat narkoba. Mulai dari penggiat HAM sampai pada sejumlah kepala negara di dunia menilai tindakan Duterte melanggar hak asasi manusia. Semua itu dianggapnya angin lalu. Hal itu pulalah seharusnya dilakukan di Indonesia. Tekad Presiden Joko Widodo perang melawan narkoba wajib mendapat dukungan dari semua pihak.

Polisi secara total harus mendukung perang terhadap narkoba. Tangkap, jika perlu tembak di tempat. Jangan biarkan BNN berjuang sendiri. Ingat, Indonesia telah dalam tingkat bahaya serangan obat-obat terlarang. Hampir setiap hari ada saja tertangkap pelaku perdagangan obat-obatan terlarang, juga para penggunanya dari berbagai kalangan, pelajar, anggota eksekutif, legislatif, yudikatif, dan lainnya.

Jumlah kejahatan narkoba sudah luar biasa. Pada tahun 2015 saja misalnya, lebih dari 50 ribu tersangka yang ditangkap pihak kepolisian dan BNN. Celakanya, penjahat narkoba justru banyak yang masih leluasa mengendalikan jaringan perdanggangan barang haram itu dari balik tembok penjara.

Saatnya bertindak tegas. Apa yang dilakukan Presiden Filipina Rodrigo Duterte hendaknya menjadi inspirasi bagi Indonesia. Siapapun yang terlibat dalam kejahatan narkoba harus dilawan. Di Filipina, wali kota pun diburu, ditembak, jika terlibat. Tak pandang bulu.

Tekad Presiden Joko Widodo perang melawan kejahatan narkoba harus didukung secara serius, tidak hanya oleh BNN, tetapi juga Polri, DPR, DPD, kejaksaan, hakim, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan.

Siapapun jangan terlalu cepat menyerah hanya karena ada tudingan tindakan m elawan penajahat narkoba itu melanggar HAM. Bukankah apa yang dilakukan para penjahat narkoba telah melanggar HAM? Betapa banyaknya korban telah berjatuhan. Apakah kita membiarkannya, berpangku tangan. Masa depan mereka hancur akibat terjebak obat-obatan terlarang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru