Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Penyidik KPK Novel Baswedan Dibawa ke Singapura, Kapolda: Ada Oknum Dalangi Penyiraman Air Keras

Penyidik KPK Novel Baswedan Dibawa ke Singapura, Kapolda: Ada Oknum Dalangi Penyiraman Air Keras

Anies Baswedan menjenguk Novel Baswedan di rumah sakit. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan, pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak berdiri sendiri. Dia mensinyalir ada oknum yang menjadi dalang insiden itu.

“Tentu ada motif, ada pelaku di lapangan yang menyiram tentu ada yang menyuruh. Tidak mungkin berdiri sendiri,” kata M Iriawan saat memimpin apel Pamen di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu, (12/4).

Atas kejadian tersebut dirinya mengaku sangat prihatin. Untuk itu, dia memerintahkan langsung kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho segera menangkap pelaku penyiraman.

Iriawan mengaku telah mengantongi beberapa barang bukti berupa foto dan gambar pelaku yang terekam CCTV disekitar lokasi.

“Kita prihatin, untuk itu saya perintahkan Pak Rudi segera evaluasi kembali, informasi yang datang juga demikian. Kapolres Utara ada. Terimakasih informasi perkembangannya, tadi pagi sudah komunikasi salat subuh dengan warga setempat, untuk terus digali keterangannya, termasuk foto-foto, gambar-gambar yang telah dipunyai saya dan penyidik di sana,” tegas Iriawan.

“Segera ungkap, masyarakat menunggu. Jangan sampai blunder terlalu lama kita mengungkap ini. Mudah-mudahan secara cepat kita bisa ungkap siapa pelaku dan di balik ini. Oleh sebab itu doakan rekan-rekan sekalian tim dapat bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya. Insiden tersebut bisa menjadi preseden kurang baik bagi kepolisian.

“Saudara sekalian yang saya banggakan tentunya kemarin kami dikejutkan pada pagi hari oleh peristiwa yang menimpa keluarga besar kita, saudara Novel Baswedan, yang bersangkutan masih keluarga besar karena purnawirawan Polri, di mana setelah Salat Subuh yang bersangkutan jalan pulang ke rumahnya, kemudian dari belakang ada kendaraan roda dua langsung menyiram dengan cairan tertentu. Kita sekarang sedang melakukan olah TKP, melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi, barang bukti,” kata Iriawan saat memimpin apel pamen di halaman Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Iriawan juga mengaku telah mengantongi informasi yang penting dari korban saat mengunjunginya di rumah sakit kusus mata Menteng.

“Yang bersangkutan tadi malam sempet saya interogasi juga di RS mata Menteng, ada beberapa hal yang mungkin akan saya dalami. Yang jelas peristiwa ini harus kita ungkap, harus kita ulas siapa pelakunya, karena akan preseden kurang baik kepada penegak hukum secara keseluruhan,” kata Kapolda.

Seperti diketahui, Selasa, (11/4) subuh, penyidik KPK Novel Baswedan mendapat kekerasan dari dua orang tidak dikenal berupa penyiraman air keras ke wajahnya. Insiden tersebut terjadi ketika Novel hendak pulang kerumahnya selesai salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan yang tak jauh dari kediamannya yang terletak di Jalan Deposito, Komplek Bank Bumi Daya (BBD), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibatnya, Novel harus mengalami luka serius diwajahnya terutama pada kedua mata sehingga setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga harus dirujuk di rumah sakit khusus mata Menteng. Kini, Novel Baswedan segera dibawa ke Singapura untuk mendapat perawatan lebih intensif.

Atas permintaan keluarga, Novel Baswedan dipindah perawatan medisnya ke rumah sakit di Singapura. Pihak KPK pun mengurus Novel ke Singapura. Terakhirnya, Novel dirawat di RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Jakpus.

“Kita merujuk Pak Novel ke Singapura, mohon doanya. Mudah-mudahan kondisi beliau bisa seperti semula. Kondisinya ya nanti di Singapura sampai sembuh,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, di RS tersebut. Novel harus dirawat akibat disiram air keras.

Sekitar pukul 09.30 Novel Baswedan keluar dari JEC Jl. Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat untuk selanjutnya dibawa ke Singapura untuk perawatan lebih intensif atas permintaan keluarga.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, menjenguk Novel Baswedan di Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC). Teten juga menyatakan kemungkinan Novel dibawa ke Singapura tersebut. “Itu urusan dokter ahli semua, kemungkinan ke Singapura, urusan dokter,” ujar Teten.

Ia juga menyampaikan, hingga saat ini Presiden Jokowi belum sempat menjenguk Novel Baswedan, karena kesibukannya. Teten menyampaikan salam dari Presiden untuk Novel dan mendoakan agar cepat sembuh.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru