Monday, March 30, 2020
Home > Berita > Pengembangan Potensi Garsel dimata Rd Marlan

Pengembangan Potensi Garsel dimata Rd Marlan

Rd Marlan, Msc. (yat)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Garut Selatan (Garsel), merupakan salah satu wilayah bagian Selatan Garut memiliki potensi amat besar dari sisi sumber daya alam yang terbentang dari mulai Cikajang hingga kecamatan Cisewu dan Talegong.

Dari mulai tambang emas, besi hingga tenaga listrik tersedia. Tinggal cara pengelolaanya, Pemerintahlah yang harus berperan aktif di sini. Jangan sampai kekayaan alam yang sudah tersedia ini dijadikan lahan kehidupan bangsa lain, demikian diungkapkan salah seorang peserta konvensi Partai Demokrat, Rd. Marlan. MSC.

Sebagai anak daerah yang lahir di Garut, ia tidak akan ada habisnya jika membicarakan keindahan dan potensi alam kota sejuta impian itu.

Secara geografis, Garut berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat dan Garut merupakan daerah penyangga pengembangan wilayah Bandung Raya.

“Bahkan pada tgl 8 Desember 1960, Bung Karno pertama kali datang ke Garut dan memuji keindahan alamnya.  Garut dengan sejuta potensi sumber daya alamnya, merupakan kota kedua setelah Paris Van Java. Salah satu daerah penyangga Kota Garut adalah GSRSEL,” kata Rd Marlan.

Di Garsel ini memiliki berbagai potensi alam yang melimpah ruah, di antaranya, dua titik potensi panas bumi.

Potensi tersrbut berada di kawasan Cilayu yang terletak antara Kecamatan Cisewu dan Talegong, serta kawasan Arinem yang berada di antara Kecamatan Pakenjeng dan Pamulihan.

Marlan menyebutkan, dua titik tersebut memiliki potensi panas bumi lebih dari 100 megawatt. Karenanya, pemerintah pusat melalui Kementrian ESDM merencanakan program penyelidikan lebih lanjut.

Selain dua titik panas bumi, ungkapnya, juga Garut Selatan memiliki pantai seluas ± 80 km.

Di Pantai Selatan itu, ada potensi berupa Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dengan areal penangkapan ikan sekitar 28 km yang diperkirakan memiliki potensi lestari (MSY) sebesar 166.667 ton/tahun,.

Dengan luas areal teritorial sekitar 12 mil laut dengan MSY sebesar 10.000 ton/tahun.

Namun sangat disayangkan, dengan potensi alam sehebat itu , nalayan Kabupaten Garut baru memanfaatkan zona territorial dengan hasil tangkapan 4,994,16 ton (atau sekitar 49,94% dari potensi yang ada).

“Penyebabnya karena armada penangkapan yang dimiliki nelayan belum memadai,” kata Marlan.

Umumnya, perikanan yang ditangkap di daerah perairan selatan Kabupaten Garut adalah Baronang, Bawal Hitam, Cakalang, Cumi-cumi, Cucut Botol, Tuna, Tongkol, Lobster, Kerapu, dan ikan hias.  “Tidak hanya itu, kekayaan laut lainnya seperti rumput laut juga cukup berpotensial,” ungkapnya.

Selain potensi laut dan pantai, Garut juga memiliki potensi tambak di sepanjang garis pantai yang berkisar 1000 Ha.

Potensi ekosistem tersebut terdiri atas terumbu karang, mangrove, padang lamun dan estraria.

“Potensi sumberdaya lain yang terdapat di Kabupaten Garut adalah sumberdaya energi dari pasang surut yang dapat dikonversi menjadi energi listrik terutama pada daerah-daerah teluk dan estuaria. Sumber daya mineral antara lain berupa biji timah, pasir, besi, pasir pantai, batu, koblat, mangan, tembaga dan lain-lain,” kata Marlan.

Marlan menyebutkan, ia ingin menjadikan Garsel menjadi daerah yang benar-benar maju.  (Yayat Ruhiyat/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru