Friday, July 03, 2020
Home > Berita > Pengedar Narkoba Tewas Dibedil, Serang Polisi Pakai Belati

Pengedar Narkoba Tewas Dibedil, Serang Polisi Pakai Belati

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Medan) – FR, 25, bandar narkoba tewas dibedil petugas karena melawan saat dibawa melakukan pengembangan kasus, di Medan. Sumatera Utara. Tersangka FR, awalnya ditangkap dengan barang bukti 10,1 kilogram shabu dan 1.000 butir pil ekstasi.

Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho, Sabtu (24/12) mengatakan, pengungkapan kasus narkoba dengan jumlah besar tersebut, berawal dari Satserse Narkoba Polrestabes Medan mendapat informasi peredaran narkoba di kawasan Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (23/12) malam.

“Di lokasi kami menangkap seorang lelaki RL, 29. Dari dia, kami menyita satu plastik klip berisi shabu 100 gram,” kata Sandi didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih.

Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan. Dari pengakuan RL, serbuk putih itu didapat dari FR. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menuju ke rumah FR, di Kecamatan Medan Marelan, Medan.

Alhasil, petugas meringkus FR, setelah dilakukan pengeledahan di rumah kontrak FR, petugas mengamankan 10 kilogram shabu. Dari penggeledahan kembali juga ditemukan seribu butir pil ekstasi berwarna merah jambu di dalam tas yang disembunyikan FR.

“Hasil interogasi FR, masih ada lagi narkoba yang disimpan di dekat pintu Tol Cemara Medan yang akan diedarkan,” tuturnya.

Ketika petugas bersama pelaku melakukan pengecekan di lokasi, ternyata FR melakukan perlawanan dengan menyerang petugas pakai belati. Petugas kemudian menembak FR hingga roboh.

Pelaku tewas karena kena dada dua kali dan tangan satu kali. FR dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

FR dan RL merupakan asal Aceh. Mereka datang ke Medan untuk mengedarkan barang haram tersebut. Pasokan narkoba akan ditebar pada malam pergantian tahun di Medan.

Sedangka pelaku RL beserta barang bukti narkoba sudah diamankan di Mapolrestabes Medan. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk membiongkar jaringan mereka. Karena kedua pemuda asal Aceh itu diduga anggota sindikat narkoba internasional. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru