Thursday, December 14, 2017
Home > Berita > Pengakuan Nenek Pencopet Gasak Banyak HP Pengunjung Ancol: Saya Datang Sendiri Naik Bus, Beli Tiket Masuk

Pengakuan Nenek Pencopet Gasak Banyak HP Pengunjung Ancol: Saya Datang Sendiri Naik Bus, Beli Tiket Masuk

Nenek copet yang diamankan Tim Tiger di Ancol. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Seorang nenek pencopet yang diciduk Tim Tiger Polres Jakarta Utara di Taman Impian Jaya Ancol, memang sudah merencanakan aksinya. Modalnya, tak lebih dari Rp 25 ribu, termasuk untuk beli tiket masuk kawasan itu.

Nenek Sriatun, 64, mengaku, berangkat sendirian dari rumahnya di Cengkareng, Jakarta Barat, menuju Ancol dengan menggunakan bus. Sampai di Terminal Kota, dia melanjutkan perjalanannya naik angkot M15 jurusan Kota-Tanjung Priok.

Di Pintu Timur Ancol, layaknya pengunjung, nenek ini membayar karcis masuk kemudian menuju bibir pantai, tempat pengunjung Ancol ramai bersantai.

“Saya cari yang tasnya ditinggal dan ibu-ibu yang bawa HP. Biasanya kalau lagi sibuk bermain, dompet dan HP-nya asal simpan,” katanya.

Selain pantai Ancol, tersangka juga melancarkan aksinya di tempat keramaian lainnya di toilet dan halte. Selain tidak dicurigai, biasanya pengunjung sibuk mengurus sanak keluarganya saat di toilet dan halte.

“Saya pepet aja dari belakang, pura-pura menyenggolnya. Nggak ada yang curiga, Pak,” ucap wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini.

Sriatun mengaku baru pertama kali melakukan pencurian di Ancol. Dia berencana menjual barang hasil curian di Cengkareng. Uangnya akan dipakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Namun, polisi tidak percaya begitu saja, pasalnya melihat aksi nenek tersebut mencuri banyak HP terlihat sudah ahli mencopet.

“Ada beberapa korban pengunjung Ancol kehilangan HP kami arahkan membuat laporan di Polsek Pademangan. Memang yang kehilangan, HP tersebut ada sama pelaku,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono, Rabu (28/6).

Dwiyono menjelaskan akan menindak tegas siapapun yang melakukan kejahatan, termasuk di lokasi wisata. Selain anggota berjaga di titik-titik pos pengamanan, Tim Tiger juga patroli mobile menyusuri lokasi ke ramaian di objek wisata.

“Selain di lokasi objek wisata TiM Tiger juga mobile di area titik rawan kriminalitas di wilayah Jakarta Utara,” kata Dwiyono.

Pengunjung Ancol, Kokom alias Siti, 40, yang menjadi korban copet nenek di Beach Pool 1 Ancol gagal menikmati wahana lainnya bersama keluarganya.

“Padahal rencananya abis dari main di pantai Beach Pool, saya sama keluarga mau jalan-jalan lagi ke tempat lainnya di Ancol. Maksudnya saya mau jalan-jalan rekreasi ke Ancol, jadi jalan-jalan ke kantor polisi. Apes..,” ucap Siti, Rabu kepada wartawan, Rabu.

Siti mengaku datang ke Ancol ingin berekreasi bersama anak dan dua saudaranya dari Bogor. “Ini kan masih hari libur, kita datang naik kereta api tadi, sampai di sini jam 12:00. Baru sebentar anak main di pantai, sudah kehilangan begini,” ujarnya.

Meski menjadi korban copet, namun Siti dan keluarganya mengaku tidak kapok datang ke Ancol. “Datang ke sini ya…tidak kapok, Mas. Mungkin kita kalau datang lagi ke sini (Ancol) harus lebih waspada lagi,” ucapnya.

Siti mengaku saat kehilangan HP-nya ketika sedang memandikan anaknya di toilet Beach Pool Ancol usai bermain di pantai. Saat asyik memandikan anaknya kondisi toilet yang ramai membuat Siti lengah. Handphone yang ada dalam saku celananya tiba-tiba hilang.

“Saya nggak berasa ada yang merogoh kantong celana saya. Pas keluar dari toilet saya pegang kantong sudah gak ada HP nya. Saya balik lagi tanya petugas toilet dibilang gak ada yang liat mau pun jatuh,” katanya.

Saat kehilangan handphonennya, korban mengaku sudah pasrah karena sulit untuk ditemukan kembali. Namun, saat mendengar teriakan copet tak jauh dari lokasi, Siti langsung penasaran. “Saya dengar teriakan copet, saya jadi penasaran jangan-jangan ini yang nyopet HP saya, ternyata benar dia orangnya,” tukasnya.

Saat melihat pelakunya yang sudah tua, korban baru sadar karena saat berada di toilet nenek tersebut persis di belakangnya. Dia mengaku tidak curiga karena orang tersebut sudah tua. “Saya tidak curiga, karena gak mungkin tua begitu mencuri. Ternyata baru saya sadar memang benar dia yang nyuri HP saya,” pungkasnya.

Siti berharap, handphone miliknya usai diperiksa bisa dikembalikan polisi karena handphone tersebut sangat dibutuhkannya untuk berkomunikasi dengan keluarganya. “Bisa nggak, handphone saya dikembalikan lagi, soalnya saya punya HP satu-satunya. Rumah saya jauh di Bogor,” tanya Siti ke petugas. (joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru