Monday, February 24, 2020
Home > Kota > Pengakuan Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta 1998 (TPGF)

Pengakuan Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta 1998 (TPGF)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta )  Hermawan Sulistiyo, aktivis anti Soeharto adalah Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) Kerusuhan Mei 1998. Kini dia adalan Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),

Pria kelahiran Ngawi, 4 Juli 1957, yang akrab dipanggil Kikiek Haryodo, ini seorang profesor pemikir strategis aksi mahasiswa 1998 yang berhasil mengakhiri kekuasaan 32 tahun. Ia hadir dalam sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan pemecatan Prabowo saat itu . Anggota DKP yang hadir saat itu adalah Jendral Subagyo HS (ketua) Jendral Agum Gumelar ( wakil ketua), Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, Letjen Fahrurozi

Malam Jumat 6/6/2014 lalu ia “ngariung” bersama puluhan pemuda yang mayoritas mahasiswa ul di Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Jalan Pandaran Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka berdiskusi bersama bekas aktivis anti-Soeharto yang Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998, Hermawan Sulistiyo. Kikiek membuka kembali pengalamannya ketika bersama Dewan Kehormatan Perwira (DKP) “mengadili” Prabowo .

Dalam diskusi yang hangat ini, Kikiek, sapaan akrabnya, seperti dilansir Tribune.com. membeberkan dosa-dosa Prabowo saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Monster

“Sekarang saya turun lagi karena saya tidak mau Prabowo memimpin. Prabowo itu monster. Saya bareng-bareng memeriksa TNI bareng Prabowo di bawah DKP itu yang memecat Prabowo. Dia menculik 32 orang dan membuat kerusuhan di mana-mana,” tegas Kiki membuka diskusi bersama Seknas Muda Jokowi di Sekretariat Seknas Jokowi Jalan Pandaran Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6) malam.

“Waktu itu dibentuk Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Prabowo waktu itu bintang 3 Ketua DKP adalah Soebagyo HS. Di antara DKP ada SBY, ada Letjen Fakhrurozi, ada Letjen Agum Gumelar selaku Wakil Ketua,” papar Kiki.

Kikiek membeberkan saat awal persidangan DKP itu, Prabowo membantah jika melakukan pelanggaran HAM dengan menculik para aktivis.

“Ketika disidang tidak mengaku, bahkan (Prabowo) berdiri menggebrak meja hingga patah mejanya,” beber Kiki.

Belum sempat dilakukan persidangan di Mahkamah Militer, kata Kiki, DKP akhirnya merekomendasikan Prabowo untuk dipecat.

“Tapi kalau di Mahmil akan keluar gorong-gorong TNI yang menjelekkan tentara akhirnya dilakukan PTDH dipecat secara tidak hormat. Jangan pakai PTDH tidak hormat. Pak Harto saat itu berkuasa, mbahnya monster,” ungkapnya.

Kiki menyatakan kemunculan kembali kasus penculikan aktivis bukan semata-mata untuk melakukan kampanye hitam terhadap Prabowo yang saat ini sebagai capres.

“Ini bukan black campaign, ini bukan black campaign. Karena ada dokumen, forensiknya. Saya memeriksa bebarengan dengan DKP waktu itu. Saat itu kami juga sempat periksa Sjafrie Sjamsoeddin sekarang jadi Wakil Menhan,” jelasnya.

Kiki menyesalkan bila Prabowo menjadi presiden, sebagai tentara yang pernah dipecat sangat tidak masuk akal jika melantik para perwira yang menjabat di Mabes TNI.

“Menurut UUD 45 Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata. Bayangkan waktu melantik ‘saya Prabowo Subianto melantik saudara sebagai jenderal X sebagai jenderal AD. Bayangkan orang yang dipecat melantik pimpinan TNI,” tuturnya.
Publik Harus Tahu
Kiki ek juga menegaskan merapatnya 174 para purnawirawan perwira tinggi karena mereka tahu persis bagaimana dan siapa Prabowo pada masa-masa maraknya kasus penculikan dan proses persidangan DKP itu berjalan.

“Agum Gumelar, Hendropriyono merapat ke Jokowi karena tidak mau Prabowo jadi presiden. Itu bukan black campaign kalau black campaign gosip yang tidak benar. Yang saya persoalkan kenapa publik tidak boleh tahu fakta itu?” ujarnya.

 Acara malam itu berlangsung menarik, meski para pembicara dan peserta hanya disuguhi dengan makanan jajanan pasar dan air mineral. (Ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru