Wednesday, November 20, 2019
Home > Berita > Penerimaan Zakat Tahun 2017 Naik 20 Persen

Penerimaan Zakat Tahun 2017 Naik 20 Persen

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag M Fuad Nasar (Foto: kemenag.go.id)

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag M Fuad Nasar (Foto: kemenag.go.id)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) — Pertumbuhan perzakatan nasional sepanjang 2017 mengalami trend positif, naik sebesar 20 persen dari tahun 2016 dan diperkirakan mencapai Rp6 triliun .

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag M Fuad Nasar,  mengatakan,  akumulasi rata-rata pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) secara nasional pada BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) naik sebesar 20 persen disbanding tahun 2016.

“Pengumpulan zakat nasional tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp6 triliun, dibanding Rp5,12 trilun, tahun 2016,” kata Fuad Nasar saat diminta penjelasan terkait catatan akhir tahun dan outlook zakat Indonesia 2018 di Jakarta, Senin (01/01). Demikian dilaporkan situs Kemenag, https://kemenag.go.id.

“Pembayaran lewat layanan digital mencapai 30 persen dari keseluruhan penerimaan zakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan zakat melampaui angka pertumbuhan ekonomi di negara kita saat ini,” sambungnya.

Mengutip  data hasil survei BAZNAS, Fuad Nasar mengatakan bahwa potensi zakat kekayaan dan penghasilan individu di Indonesia sebenarnya mencapai Rp138 triliun per tahun. Jika terealisasi penghimpunannya sesuai yang ditargetkan 10 persen dari potensi tersebut, maka tiga tahun ke depan diproyeksikan penerimaan zakat nasional akan mencapai target Rp 13,8 triliun per tahun.

Fuad menjelaskan, pengelolaan zakat umat Islam membantu tugas negara untuk mensejahterakan kehidupan rakyat sesuai amanat konstitusi negara RI, UUD 1945. Zakat adalah sumber dana non-APBN yang bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan dan mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi. Sektor perzakatan menunjang pencapaian 11 dari 17 item Tujuan Pembangunan Global Berkelanjutan (SDGs).

“Walaupun lembaga filantropi tumbuh pesat, namun lembaga pengelola zakat punya eksistensi dan kekhususan yang tidak bisa tergantikan,” kata mantan Wakil Sekretaris BAZNAS ini.

Fuad menegaskan bahwa Kementerian Agama menyambut baik  lahirnya program Sekolah Amil Indonesia dan Sertifikasi Amil oleh Forum Zakat (FOZ) pada 2017. Untuk pengembangannya, kata Fuad, diperlukan adanya sinergi dengan regulator dan dukungan penuh dari semua stakeholders perzakatan di Tanah Air.*** (eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru