Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Pendukung ISIS Rayakan Serangan Teror Bom di Manchester, Inggris, Digambarkan Sebagai Balas Dendam

Pendukung ISIS Rayakan Serangan Teror Bom di Manchester, Inggris, Digambarkan Sebagai Balas Dendam

Korban bom Manchester ditolong polisi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Manchester) – Pendukung ISIS merayakan serangan teror bom di Manchester, Inggris yang menewaskan sedikitnya 19 orang. Mereka bersorak lewat media sosial (medsos), Selasa (23/5) dan menggambarkan sebagai balas dendam.

Namun ISIS secara resmi belum menyatakan mengaku bertanggung jawab atas ledakan dalam konser musik penyanyi Amerika Serikat, Ariana Grande itu.

Polisi Inggris menyatakan, ledakan di Manchester Arena pada akhir pertunjukan penyanyi gadis 23 tahun itu sebagai insiden teror. “Lebih dari 50 orang cedera,” seperti diaporkan Telegraph, Rabu (24/5).

Sejumlah akun Twitter yang berafiliasi dengan ISIS menggunakan beberapa hashtag berisi pesan gembira atas insiden ledakan tersebut.

Sebagian besar pesan di akun Twitter itu menyebut ledakan mematikan itu sebagai aksi balas dendam terhadap berbagai serangan di Irak dan Suriah.

“Tampaknya bom Angkatan Udara Inggris atas anak-anak di Mosul dan Raqqa telah kembali ke Manchester,” tulis seseorang mengaku bernama Abdul Haqq di Twitter.

Para pendukung ISIS juga saling mengirim pesan untuk melakukan serangan sendiri seperti serigala terhadap Barat. Mereka juga berbagi video ancaman terhadap Amerika dan Eropa.

Salah seorang pengguna akun sosial media berharap ISIS bertanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun hingga saat ini tidak ada pengakuan dari kelompok militan itu.

“Kami berharap pelaku serangan adalah satu dari tentara khalifah,” tulisnya di jejaring Telegram. Pendukung ISIS lain menulis, semula serangan itu dilancarkan ke Brussels dan Paris, selanjutnya London.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menuturkan serangan itu diperkirakan dilakukan teroris.
Jika perkataan May benar, ini merupakan serangan mematikan yang dilakukan kelompok militan di Inggris sejak empat orang membunuh 52 orang dalam serangan bom bunuh diri di transportasi London pada Juli 2005.

Beberapa pejabat Amerika melukiskan serangan di Manchester Arena paralel dengan serangan pada November 2015 oleh ISIS di konser musik Bataclan dan tempat lain di Paris yang menewaskan 130 orang.

Dua pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan kemungkinan besar ledakan dalam teror di Manchester itu dilakukan pelaku bom bunuh diri.

Konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, pada Senin (22/5) malam diguncang bom. Korban tewas dan luka akibat terkena serpihan benda mirip peluru.

Konser musik itu dihadiri ratusan remaja. Tak lama setelah ledakan bom, banyak orang berlarian dengan kondisi berlumuran darah.

Polisi bersenjata dan helikopter bergegas ke tempat kejadian, di mana seorang saksi melaporkan hantaman seperti angina besar melanda tak lama setelah lampu menyala sekitar pukul 22:40 malam.

Saksi lainnya mengatakan bahwa mereka melihat asap dan mendengar sebuah ledakan datang dari area lobi.

David Richardson, yang berada di pertunjukan bersama putrinya Emily, 13 mengatakan; “Lampu menyala setelah pertunjukan dan orang-orang mulai pergi. Saat saya berbelok ke kiri ada sebuah ledakan.”

”Saat itu jarak sekitar 40 kaki di belakang kami di dekat salah satu pintu keluar. Kami hanya mengira itu adalah orang-orang yang mengacaukannya kemudian terjadi lagi. Ledakan lain terdengar,” kata Richardson.

”Lalu kita melihat asapnya. Semua orang hanya melarikan diri. Beberapa orang terluka. Kami melihat darah ada pada orang-orang saat kami keluar. Orang-orang hanya berlari ke mana-mana,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mirror. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru