Thursday, August 06, 2020
Home > Berita > Pendakian Gunung Ke-Enam Dua Srikandi, Dimulai

Pendakian Gunung Ke-Enam Dua Srikandi, Dimulai

Fransisca dan Dimitri di Talkeetna. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Anchorage) – Pendakian The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) menuju puncak Gunung Denali, Alaska, segera dimulai.

Tim singgah selama lima hari di Anchorage, kota terakhir sebelum masuk ke kawasan Taman Nasional Denali.

Di kota ini, anggota tim memenuhi kebutuhan logistik, pengecekan final alat-alat pendakian, dan bertemu dengan guide yang akan mendaki bersama mereka. Selain itu, di kota ini tim juga sempat diundang dalam acara buka puasa bersama yang diadakan oleh Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Alaska.

Mereka mendapat sambutan hangan dan disuguhi makanan khas Indonesia pun menjadi tambahan dorongan semangat untuk memulai pendakian.

Setelah melalui perjalanan darat sekitar tiga jam dari Anchorage ke Talkeetna, Senin 19 Juni 2017 pukul 05.00 WIB, Tim WISSEMU akhirnya berangkat dari Talkeetna, Alaska, menuju Denali Basecamp (7.300 kaki) dengan menggunakan pesawat Twin Otter.

Sebelum bertolak, tim sempat mengurus beberapa administrasi dan mendapatkan orientasi dari pihak Taman Nasional Denali. Dari Denali Basecamp inilah pendakian menuju puncak Gunung Denali akan dimulai.

Pendakian dari Denali Basecamp akan dimulai pada 20 Juni 2017 dan diperkirakan mencapai puncak pada 30 Juni 2017. Berdasarkan rencana perjalanan, tim akan kembali ke Anchorage pada 9 Juli 2017 dan kembali ke Tanah Air pada 21 Juli 2017 pukul 12:05 WIB.

Meski tidak setinggi Everest (8.848 mdpl) ataupun sedingin Vinson Massif (4.892 mdpl), mendaki Gunung Denali (6.190 mdpl – gunung tertinggi ke-tiga dari rangkaian Seven Summits) tidaklah mudah.

Tim  harus melalui jalur pendakian yang panjang dengan membawa 22kg beban di punggung dan 18kg beban yang ditarik dengan sled sehingga total beban yang dibawa oleh pendaki adalah 40kg.

Tantangan lain dari pendakian kali ini adalah banyaknya crevasse di sepanjang jalur pendakian hingga puncak yang meningkatkan risiko pendaki jatuh ke dalam retakan glasier tersebut. Suhu ekstrim saat ini di Denali bisa mencapai -50 Celcius.

Tim WISSEMU terdiri dari dua pendaki yaitu Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23) yang tercatat sebagai mashasiswi aktif di Universitas Katolik Parahyangan.

Tim telah mempersiapkan rencana perjalanan, memantapkan fisik, mental, dan memenuhi kebutuhan logistik. Berbagai menu latihan fisik pun telah dijalani oleh kedua perempuan tangguh ini, seperti latihan beban, lari jauh, lari trek, yoga, berenang, climbing , bouldering, dan lainnya telah menjadi rutinitas harian yang dijalani oleh keduanya selama hampir lima bulan belakangan.  (sp/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru