Saturday, December 07, 2019
Home > Politik > Pencapresan Ical Rugikan Golkar

Pencapresan Ical Rugikan Golkar

MIMBAR RAKYAT (Jakarta): Kekhawatiran tetap menyelimuti beberapa elite Partai Golkar terkait pencalonan Aburizal “Ical” Bakrie sebagai calon presiden mewakili partai tersebut. Salah satu tokoh Golkar yang rajin menyuarakan keraguan itu adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung.

Bicara dalam acara dialog di Kantor Forum Dialog Nusantara (FDN), Mega Kuningan, Jakarta Selatan, awal September lalu, Akbar menyatakan kekhawatirannya terhadap elektabilitas Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tersebut, yang dinilai masih rendah dan dikatakan akan mempengaruhi partainya. Menurut Akbar, target Partai Golkar untuk meraih suara 30 persen pada Pemilu 2014 bisa terhambat dengan elektabilitas Ical yang rendah.

“Dari beberapa survei kita ketahui masih di bawah 10 persen katakan begitu, lalu target kita sampai 30 persen, itu (Ical) yang kita khawatirkan mempengaruhi elektabilitas partai, padahal Golkar sudah menargetkan 30 persen,” tuturnya seperti dilaporkan Sindonews.com. Akbar tidak secara tegas menyatakan menolak pencapresan Ical, namun dia terkesan berpendapat bahwa pencapresan Ical saat ini merugikan Golkar.

Atas hal itu, Akbar pun mengimbau agar kader partai berlambang pohon beringin ini bisa fokus terlebih dahulu untuk Pemilu Legislatif (Pileg) sebelum melangkah ke Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, sehingga target 30 persen suara dapat tercapai. Karena dengan memenangkan Pileg 2014 dan memenuhi jumlah suara yang diinginkan, maka Golkar semakin percaya diri untuk mengusung Ical sebagai capres.

“Karena itu saya selalu mengatakan kita fokus Pileg, karena ada dua hal yang kita targetkan seperti di tahun 2004. Bagaimana bisa menaikan itu (elektabilitas) kembali dan capai (30 persen), tentu kita bisa calonkan presiden secara langsung dan punya kepercayaan diri dan menjadi dukungan buat capres,” tegasnya.

Terkait apakah ketokohan Ical yang membuat elektabilitasnyas masih minim, mantan Ketua DPR RI periode 1999-2004 ini menjawab singkat. “Ya sementara saya bisa katakan kami hanya bisa mencermati, kalau nanti bisa mempengaruhi atau partai turun tentu kita cari, analisis, kita kaji. Lalu pada itu bisa juga apa yang harus kita evaluasi,” tuntasnya.
Sementara itu Ketua DPP Partai Golkar Yoris Raweyai membantah hendak melakukan manuver politik untuk menggoyang posisi Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Yoris mengaku hanya menampung kritik sejumlah senior Golkar yang menilai masa jabatan Ical bermasalah.

“Bukan galang dukungan, tapi memang ada senior-senior Golkar yang menganggap kami-kami ini para peserta Munas yang lalu telah melakukan preseden buruk karena menetapkan Ical sebagai ketua umum selama enam tahun,” ujar Yoris, di Kompleks Parlemen, Selasa (3/9), seperti dilaporkan Kompas.com.

Ia mengklarifikasi pernyataannya yang dimuat Kompas.com dalam berita Yoris Raweyai Galang Dukungan untuk Evaluasi Pencapresan Ical. Menurutnya, para senior Golkar menilai penetapan Ical sebagai ketua umum selama enam tahun tidak sesuai dengan Anggaan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Saya sebagai salah satu peserta di dalamnya merasa sangat berdosa kalau tidak memperbaikinya. Evaluasi ini tidak tabu, tetapi mekanismenya nanti dibahas di Rapimnas Golkar yang terakhir,” kata Yoris.

Rapimnas Partai Golkar rencananya akan digelar pada Oktober 2013 mendatang. Menurutnya, Rapimnas sangat strategis untuk mematangkan pemenangan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Dengan demikian, evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan untuk memenangi kedua pesta demokrasi lima tahunan itu.

Lebih lanjut, Yoris mengatakan, sebelum Rapimnas digelar, semua organisasi sayap Partai Golkar akan mengadakan Rapimnas masing-masing. Yoris yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini mengungkapkan, para pengurus daerah tingkat II AMPG akan menyampaikan pendapatnya soal kondisi terakhir Partai Golkar.

Saat ditanya kemungkinan adanya wacana evaluasi terhadap pencapresan Ical, menurut Yoris, hal itu bisa saja berkembang dalam diskusi di forum Rapimnas AMPG. “Ini berkembang, mereka punya hak menyampaikan pendapat. Nanti apa yang dihasilkan yang penting dan akan dirumuskan dalam sebuah pandangan umum AMPG yang akan dibacakan dalam forum Rapimnas Golkar,” katanya.***(berbagai sumber/Foto ROL/jt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru