Thursday, April 09, 2020
Home > Nasional > Pemerintah Ditantang Tanggulangi Pengaruh ISIS

Pemerintah Ditantang Tanggulangi Pengaruh ISIS

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Pemerintah Indonesia diminta untuk tegas menyikapi keberadaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mulai menanamkan pengaruh di sejumlah daerah di Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari adanya deklarasi pendirian ISIS Indonesia di Solo, Bima dan sejumlah wilayah lainnya.

Menurut Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi, fenomena ini tidak boleh dianggap remeh oleh pemerintah, karena dapat menjadi sebuah ancaman serius serius bagi keragaman dan kebhinekaan Indonesia.

Itu dilihat Muradi karena rekam jejak ISIS di Timur Tengah yang menganut paham radikal dengan pendekatan kekerasan yang berkedok agama.

“Pemerintah perlu tegas untuk membatasi perkembangan organisasi radikal tersebut di Indonesia,” kata Muradi dalam pernyataan pers , Sabtu (2/8/2014).

Menurutnya pemerintah harus segera membatasi ruang gerak ISIS di Indonesia. Pemerintah perlu mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Anti Teror untuk memformulasikan program Kontra Radikal dan Deradikalisasi secar efektif. 

Baiat Baasyir

Saat ini beredar di Youtube gambar terpidana terorisme 15 tahun penjara Abu Bakar Ba’asyir berbaiat kepada khalifah Al-Baghdadi, pemimpin kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Foto yang menampilkan di LP Nusakambangan Ba’asyir bersama 13 orang yang diduga anggota ISIS beredar. Satu di antara mereka terlihat membentangkan bendera ISIS berwarna hitam. Foto itu diambil di sebuah ruangan lebar berlantai kayu. Ba’asyir duduk diapit para pria itu dan mereka mengenakan pakaian putih.

Direktur Jenderal Permasyarakatan Handoyo Sudrajat mengatakan lembaganya segera melakukan penyelidikan untuk merespons beredarnya gambar terpidana terorisme 15 tahun penjara Abu Bakar Ba’asyir berbaiat kepada khalifah Al-Baghdadi, pemimpin kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Handoyo, pihaknya sedang memastikan di mana lokasi foto tersebut diambil. “Sedang dicek lokasinya di bagian sebelah mana Lapas. Handoyo juga sudah meminta Direktur dan Kepala Unit Pelaksana Tugas untuk meningkatkan pengawasan terhadap para terpidana terorisme.

Apabila dibutuhkan, kata Handoyo, lembaganya bisa saja melarang Ba’asyir dan komplotannya untuk menerima tamu dan melakukan penggeledahan. “Saat ini belum ada laporan, gambar itu diambil oleh siapa,” ujar Handoyo.

Informasi yang diterima , anggota satu organisasi pendukung ISIS, Forum Aktivis Syariat Islam (FAKSI), secara teratur bertemu Ba’asyir di LP Nusakambangan. Anggota-anggota FAKSI ini diketahui sebagai jaringan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang didirikan Ba’asyir.

Membengkak

Saat ini, kata Muradi, keanggotaan ISIS di Indonesia telah membengkak mendekati angka 1.000. Angka itu di luar dari jumlah anggota organisasi yang bekerja di bawah tanah.

“Jadi dalam hal ini juga diperlukan pelibatan instansi selain BNPT dan Polri, misalnya TNI, BIN, Kemlu, Imigrasi dan sebagainya,” ucap Muradi.

Dia menilai pendirian ISIS juga menjadi titik temu sejumlah figur dan organisasi radikal yang selama ini terkesan adem sejak tewasnya Dr. Azahari dan Noordin M. Top dan kemudian Osama bin Laden.

Sikap FPI

Jamaah Front Pembela Islam (FPI)  saat ini  menunggu arahan dari imam besar FPI Habib Rizieq Shihab terkait sikap organisasi terhadap gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mulai mendapatkan simpati atau dukungan di Indonesia.

Ketua FPI Jawa Tengah Syihabudin, mengatakan bahwa Habib Rizieq Shihab Senin (4/8/2014) mendatang di Pekalongan akan mengeluarkan pernyataan menyikapi gerakan

“Kami belum menentukan sikap, (masih) menunggu advis imam besar yang akan datang ke Pekalongan besok Senin,” kata Syihabudin, Sabtu (2/8/2014) petang.

Sikap terhadap gerakan ISIS, lanjut Syihabudin, termasuk di dalamnya apakah laskar FPI akan bergabung mengangkat senjata di kawasan antara Syiria dan Iraq tersebut atau tidak. “Soal relawan, kami belum melangkah ke situ. Menunggu perintah DPP untuk melaksanakan,” ujarnya.

Dalam safari Rizieq itu, akan diketahui garis kebijakan organisasi FPI dalam menyikapi perkembangan di dalam negeri maupun luar negeri. Terlepas dari itu, lanjutnya, meski gejolak gerakan ISIS di akar rumput FPI belum signifikan, namun oraganisasinya mengakui jika gerakan ISIS di timur tengah mempunyai kesamaan dengan garis perjuangan FPI di Jawa Tengah. “Otomatis sepaham sepanjaang untuk kepentingan Islam,” ujarnya.

FPI Jawa Tengah dalam beberapa kesempatan seperti rekrutmen trelawan Gaza, melakukan kerjasama dengan sejumlah ormas Islam seperti Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Majlis Mujahidin Indonesia (MMI).

Kedua ormas di mana Abu Bakar Baa’syir berada di pucuk pimpinan tertinggi tersebut, belakangan menjalin hubungan dengan ISIS bahkan disinyalir merupakan kepanjangan ISIS untuk membangun jaringan di Indonesia. (Ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru