Saturday, April 04, 2020
Home > Berita > Pemecatan Direktur FBI Masih Dipersoalkan

Pemecatan Direktur FBI Masih Dipersoalkan

Presiden Trump ketika menerika (mantan) Direktur FBI James Comey di Gedung Putih, Januari lalu. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Presiden Trump ketika menerika (mantan) Direktur FBI James Comey di Gedung Putih, Januari lalu. (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Pemecatan Direktur FBI James Comey oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbuntut panjang. Keputusan Trump itu oleh sejumlah pejabat diduga berawal dari upaya Presiden AS menekan mantan Direktur FBI Comey untuk menutup penyelidikan soal hubungan dengan Rusia.

Menurut seorang sumber yang telah melihat sebuah memo yang ditulis oleh Comey,
Presiden AS Donald Trump meminta Direktur FBI James Comey untuk mengakhiri penyelidikan agensi tersebut mengenai hubungan antara mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Michael Flynn dan Rusia.

Perkembangan baru yang eksplosif pada hari Selasa tersebut menyusul sebuah pergolakan selama seminggu di Gedung Putih, setelah Trump memecat Comey dan kemudian membahas informasi keamanan nasional yang sensitif mengenai Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Al Jazeera melaporkan, Trump memperingatkan Comey agar tidak membocorkan informasi ke media terkait Memo Comey, yang pertama kali dilaporkan oleh New York Times. Dan kemungkinan hal itu menimbulkan pertanyaan apakah Trump mencoba mengganggu penyelidikan federal.

Comey menulis memo tersebut setelah dia bertemu di Oval Office bersama Trump, sehari setelah presiden memecat Flynn pada tanggal 14 Februari karena menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang sejauh mana percakapannya tahun lalu dengan duta besar Rusia, Sergey Kislyak.

“Saya harap Anda bisa membiarkan ini terjadi,” kata Trump kepada Comey, menurut seorang sumber yang mengetahui isi memo tersebut.

Gedung Putih membantah laporan tersebut. “Presiden tidak pernah meminta Mr Comey atau orang lain untuk mengakhiri penyelidikan, termasuk penyelidikan yang melibatkan Jenderal Flynn,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Mike Hanna dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Washington DC, mencatat pentingnya informasi yang ditulis dalam sebuah memorandum, yang dapat diterima di pengadilan.

“Ini adalah masalah yang sangat serius, mengapa ini sangat serius – jika memang terbukti benar – apakah ini adalah tindakan yang benar-benar ilegal – mencoba menghentikan atau menghalangi investigasi FBI,” kata Hanna.

“Apa yang akan kita lihat dalam beberapa hari mendatang dari DPR dan Senat semakin menjadi momentum bagi James Comey untuk mengklarifikasi apakah Presiden Trump secara aktif berusaha mengganggu penyelidikan terhadap Michael Flynn, ini bisa berdampak besar.”

New York Times mengatakan dalam pertemuan Oval Office, Trump mengutuk serangkaian kebocoran pemerintah ke media berita dan mengatakan direktur FBI harus mempertimbangkan untuk menuntut wartawan karena menerbitkan informasi rahasia.

Gedung Putih menambahkan bahwa itu adalah “bukan penggambaran percakapan jujur ​​antara Presiden dan Mr Comey” yang sebenarnya atau akurat.

 FBI atau Federal Bureau of Investigation adalah badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ).***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru