Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Peggy Melati Sukma Hibur TKW Bermasalah di Qatar

Peggy Melati Sukma Hibur TKW Bermasalah di Qatar

Peggy Melati Sukma di hadapan para ibu TKW bermasalah di Qatar. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Pesinetron Peggy  Melati Sukma melakukan tatap muka dengan Tenaga Kerja Wanita  (TKW) bermasalah dalam kunjungannya untuk konser amal menggalang dana bagi bencana gempa Aceh di Qatar.

Kunjungan ke penampungan KBRI Doha bertujuan untuk menghibur dan memotivasi buruh migran Indonesia (BMI) agar tegar dan bangkit dari keterpurukan.

Acara yang digagas oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha yang diketuai Andi Una Sidehabi merupakan rangkaian konser kemanusiaan di berbagai kota di Qatar pada 17-20 Februari 2017.

Andi Una meminta agar Peggy motivasi para TKW dalam menghadapi tantangan hidup dan menghibur para TKW sambil menunggu dipulangkan.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, menyambut baik inisiatif yang anggota DWP sebagai bentuk perhatian terhadap nasib TKW di luar negeri.

Dubes Sidehabi mengharapkan agar para  TKW merasakan perhatian, keberadaan dan perlindungan pemerintah meski jauh dari tanah air.

Para TKW antusias mendengarkan ceramah dan motivasi yang disampaikan artis serba bisa tersebut. Acara yang dihadiri dihadiri Ketua DWP, dan anggota DWP sekitar 90 orang, 60 di antaranya TKW bermasalah.

Dubes menyampaikan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami TKW, pahlawan devisa yang mempertaruhkan nyawa guna menghidupi keluarganya di tanah air.

Dubesa yang mantan anggota DPR ini mengatakan acara ini sebagai wujud solidaritas agar  TKW merasakan rasa persaudaraan.

“Kita harus menunjukan rasa empati terhadap saudara kita (TKW bermasalah) agar merasakan kasih sayang meski jauh dari tanah air,” ujar mantan Irjen TNI ini.

Dalam paparannya, artis yang dikenal akan aktivitas sosialnya menyampaikan apapun yang terjadi terhadap kita semua adalah kehendak Alllah semata.  Kita diuji dengan berbagai masalah  dan keterpurukan. Oleh karena itu perlunya  introspeksi, memperbaiki dan mensucikan diri dari dosa dan kesalahan di masa lampau agar menjadi manusia yang lebih baik di masa mendatang.

Artis terkenal ini mencontohkan dirinya sebagai artis yang tadinya begitu populer, memiliki semuanya dan kemudian jatuh terhempas.

Kejatuhannya membuatnya berbenah diri dan bangkit kembali. Kini artis penuh talenta ini merasa lebih bahagia dengan kehidupannya yang baru karena semata-mata bertujuan untuk memperoleh ridho Allah SWT dan aktif melakukan kegiatan kemanusiaan yang bermanfaat bagi umat.

Umumnya para TKW sangat  kenal dan beberapa diantaranya mengidolakan artis yang terkenal lewat sinetron Gerhana dengan ucapan “pussssinggg”.  Peggy yang aktif terlibat kegiatan kemanusiaan di Indonesia dan dunia sangat terharu dengan penderitaan  yang dialami para TKW.

Selesai acara,  artis selebiti ini tidak segan segan memeluk erat satu persatu para TKW dan mendoakan agar tetap sabar, tabah, dan istiqomah dalam menghadapi cobaan.

Semua TKW terkejut ketika mereka dipeluk erat oleh artis yang sangat dikenal dan tonton di televisi kini memeluk mereka. Dengan berlinangan penuh linangan air mata, para TKW mengucapkan terima kasih atas doa dan semangat yang dituturkan Peggy.

Salah orang TKW asal Nusa Tenggara Barat bernama Asia binti Abdul Rasyid yang telah bekerja empat tahun di Qatar, merasakan suasana haru dengan paparan yang disampaikan artis favoritnya.

TKW yang kerap disiksan dan jarang  dibayar gajinya oleh majikan, sangat terharu ketika dipeluk Peggy.

“Senang banget bisa dipeluk sama mbak Peggy,” ujar TKW yang berusia 34 tahun ini.  Ersi  (40 tahun) asal Kerawang juga merasakan inspiratifnya ceramah bintang sinetron ini apalagi ketika dipeluk. “Hati saya benar benar tersentuh,” ungkap TKW yang sudah dua bulan di penampungan.

Siska Iriana asal Banyuwangi (30 tahun) juga terkejut ketika dipeluk Peggy. “serasa mimpi, jadi ingat keluarga” imbuh TKW yang sudah dua bulan di penampungan.

Menurut Pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, Peggy juga memberikan paparan inspiratif khususnya terkait perjalanan hidupnya dihadapan komunitas wanita diaspora Indonesia di Alkhor dan Doha.

Ditambahkan saat ini terdapat sekitar 40 ribu BMI, 10 ribu adalah tenaga kerja trampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal. Hanya 0,4 persen dari total jumlah buruh migran Indonesia yang mengalami masalah di Qatar.   (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru