Monday, September 16, 2019
Home > Berita > Pecahkan Kaca Mobil Kepsek SMK Pakai Kampak, Gaji Guru Rp 137 Juta Digondol Bandit

Pecahkan Kaca Mobil Kepsek SMK Pakai Kampak, Gaji Guru Rp 137 Juta Digondol Bandit

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bandung) – Uang Rp 137 juta yang baru diambil dari bank untuk membayar gaji guru SMK, digondol kawanan bandit jalanan, setelah memecah kaca mobil kepala sekolah pakai kampak.

Bandit jalanan itu beraksi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (30/1). Uang Rp137 juta untuk bayar gaji guru dan pegawai SMK Bakti Kencana, Limbangan.

Pelaku menggondol uang setelah memecah tengah kanan mobil Kepala Sekolah SMK Undang Supandi, 47. Kaca hancur akibat dikampak pelaku, kemudian menyikat uang yang disimpan di jok tengah mobil tersebut.

Kepsek SMK Bakti Kencana Undang, saat melapor di Polsaek Tarogong Kidul menjelaskan, aksi pecah kaca dilakukan pelaku di Jalan Tarogong, Kota Garut.

Korban sekitar pukul 10:00 mengambil uang dari Bank Jabar untuk persiapan membayar gaji guru dan karyawan di sekolah tersebut.

Di tengah jalan saat pulang dari bank, Kepsek Undang berhenti di pinggir jalan karena mau mengambil uang di mesin ATM bank lain untuk membayar acara di hotel.

“Baru saja masuk ke ruang ATM, saya mendengar teriakan maling dari warga sekitar,“ katanya. Saat keluar, mobilnya yang diparkir tak jauh dari ATM sudah jadi tontonan warga.

“Saya kaget ketika mendekati mobil, kaca tengah kanan sudah pecah dan uang yang baru beberapa waktu diambil dari bank sudah lenyap,“ kata Undang.

Dijelaskan, pelaku yang menyikat uang Rp137 juta itu diperkirakan dua orang. Pelaku menggunakan sepeda motor.

Menurut saksi mata, seorang yang menenteng kampak beraksi memecahkan kaca dan mengambil uang di dalam mobil. Sedangkan pelaku satinmua lagi menunggu di atas motor. Kemudian mereka kabur tancam gas. Dan sempat diteriaki warga, namun sudah keburu jauh.

“Saya bingung dan stres, bagaimana membayar gaji para guru dan karyawan,“ tandas Kepsek Undang terlihat lesu.

Seorang petugas dari Polsek Tarogong Kidul yang melakukan pemeriksaan mobil Xenia korban menduga, pelaku sudah menguntit sejak korban keluar dari bank. “Modusnya pecah kaca menunggu korban parkir,“ katanya.

Yang menjadi kebingungan Kepsek Undang, waktu gajian sudah mepet. Soalnya ini kan SMK swasta. Tidak ada yang menalangi selain dari upaya sendiri.

“Yah, mudah-mudahan teman-teman guru dan karyawan bisa mengerti dan bersabar. Ini musibah, kita akan usaha dulu untuk mencari talangan,” katanya sedih. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru