Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > PBB Tuntut Suriah Hentikan Pengeboman dan Pembunuhan di Ghouta Timur

PBB Tuntut Suriah Hentikan Pengeboman dan Pembunuhan di Ghouta Timur

Seorang pria membawa anak laki-laki yang terluka saat ia melewati bangunan-bangunan yang hancur akibat pengeboman di Ghouta Timur, Suriah, Rabu (21/2). (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Seorang pria membawa anak laki-laki yang terluka saat ia melewati bangunan-bangunan yang hancur akibat pengeboman di Ghouta Timur, Suriah, Rabu (21/2). (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Ghouta Timur) – Pejabat tinggi PBB mengutuk pengeboman yang tak henti-hentinya oleh tentara pemerintah Suriah melalui serangan udara di Ghota Timur, yang telah berakibat terjadinya pembunuhan besar-besaran dan membuat korban tewas mencapai 300 orang.

Pejabat tinggi PBB melalui Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  menuntut penghentian segera serangan udara terhadap Ghouta Timur.  Suriah yang dibantu pesawat tempur Rusia membombardir wilayah penduduk annti-pemerintah Suriah hingga menimbulkan  “neraka di Bumi”. Demikian dilaporkan Al Jazeera.

Pasukan Suriah didukung pesawat tempur Rusia menyerang pinggiran kota Damaskus dengan setidaknya 27 orang tewas pada Rabu dan membuat korban sipil yang tewas mencapai lebih dari 270 – termasuk 60 anak-anak – selama tiga hari terakhir.

“Himbauan saya terhadap semua pihak yang terlibat adalah segera menangguhkan semua kegiatan perang di Ghouta Timur,” kata Guterres dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di depan mata kita, dan kita tidak bisa membiarkan hal-hal itu terus terjadi.”

Sekitar 400.000 orang tinggal di Ghouta Timur, yang telah dikepung selama bertahun-tahun oleh pasukan pemerintah. Korban hanya memiliki sedikit persediaan bahan makanan dan membuat mereka putus asa.

Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menyebut serangan udara dan tembakan artileri merupakan sebuah “kampanye pemusnahan yang mengerikan”.

PBB telah mendokumentasikan 346 kematian warga sipil dengan 878 orang terluka di Ghouta Timur sejak 4 Februari. Kebanyakan korban akibat serangan udara yang menyerang daerah pemukiman.

Sementara Rusia membantah terlibat dalam serangan udara pada hari Rabu dan menuduh tuduhan itu dikeluarkan oleh seorang pejabat AS.

Seperti diketahui, jet-jet Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad sejak tahun 2015.

Komite Internasional Palang Merah meminta tidak ada hambatan akses terhadap yang terluka.
“Serangan tampaknya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan pada hari dan minggu depan.” Demikian dikatakan kepala ICRC di Suriah, Marianne Gasser,  dalam sebuah pernyataan.

“Korban luka parah akan mati karena mereka tidak dapat diobati pada waktunya. Di beberapa daerah di Ghouta, seluruh keluarga tidak memiliki tempat yang aman untuk dilalui,” katanya lagi.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Ghouta Timur, aktivis Mouayad Mohildeen mengatakan, serangan pengeboman dan pengeboman terus menargetkan daerah kantong anti-pemerintah tersebut.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru