Thursday, November 14, 2019
Home > Berita > Pascagempa M 6,8 di Sulteng, Masyarakat Sudah Kondusif

Pascagempa M 6,8 di Sulteng, Masyarakat Sudah Kondusif

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasi BNPB, situasi masyarakat di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah kondusif pascagempa M 6,8 yang terjadi pada Jumat (12/4), pukul 18.40 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, masyarakat yang mengungsi sebagian sudah pulang ke rumahnya. Pengungsian sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah hingga Jumat (12/4) malam tadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai, disebutkan  melaporkan pada Sabtu (13/4) pukul 06.00 WIB bahwa 1.300 KK penyintas tersebar di 4 titik telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sebelumnya mengungsi di halaman kantor bupati, masjid An-Nur komplek perkantoran, Gedung DPRD, dan kantor. Penyintas pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian di antar oleh BPBD.

Disebutkan, kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Sutopo Purwo Nugroho melalui website BNPB menyatakan, meskipun BMKG sudah menyatakan peringatan dini tsunami diakhiri sejak semalam, namun tidak seketika warga mau kembali ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi.

Menurut BMKG, gempa bumi dengan magnitudo 6,9, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,8 di Sulteng ini mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.

BMKG menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMGK menduga bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.

Sementara itu, gempa dengan kedalaman 10 km telah mengguncang kuat  wilayah 78 km Barat Daya Banggai Kepulauan, Sulteng, Sabtu (13/4) ini, sehingga membuat masyarakat panik dan mengungsi ke tempat aman. Gempa tersebut berkekuatan 5,2 SR.***(dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru