Tuesday, April 07, 2020
Home > Berita > Paris Dinyatakan Darurat, Semua Perbatasan Ditutup

Paris Dinyatakan Darurat, Semua Perbatasan Ditutup

Tim penyelamat mengevakuasi orang yang terluka di Boulevard des Filles du Calvaire, dekat dengan konser Bataclan di pusat kota Paris.

MIMBAR-RAKYAT.com (Paris) – Sejumlah pria bersenjata dan pembom menyerang restoran yang tengah ramai , bar dan gedung konser, di enam lokasi di seluruh Paris, Jumat (13/11) malam waktu setempat. Sedikitnya 120 orang tewas.

Serangan terjadi secara simultan dan mematikan ini diduga lanjutan dari upaya kelompok penyerang Perancis yang terjadi sejak Perang Dunia II. Presiden Perancis, François Hollande, amat terguncang dan menggambarkan kejadian itu sebagai horror dari serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah horor,” kata presiden yang tampak terguncang dalam pidato televisi tengah malam sebelum memimpin pertemuan kabinet darurat.

Pistol dan bom serangan sepertinya terkoordinasi. Serangan ini diduga oleh sejumlah kalangan, datang dari pihak yang menentang serangan terhadap pejuang kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak yang dilakukan sejumlah Negara yang tergabung dalam koalisi di bawah pimpinan AS.

Hollande, yang sedang menyaksikan pertandingan sepak bola internasional bersama Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier ketika beberapa ledakan terjadi di luar stadion nasional, langsung mengumumkan keadaan darurat di wilayah Paris dan mengumumkan penutupan perbatasan Perancis untuk menghentikan pelaku melarikan diri.

Semua layanan darurat dikerahkan, cuti polisi dibatalkan dan rumah diminnta sakit mengingatkan staf untuk kerja keras menangani korban.
Seorang saksi mata kepada kantor berita Reuters, seperti dikutip televisi Perancis, France 24, mengaku mendengar lima ledakan di luar gedung musik Bataclan, dimana sampai 118 orang diperkirakan tewas.

Menurut laporan, yang juga dikumpulkan AFP dan AP, penyerang bersenjata telah menembak penonton konser satu per satu sebelum unit polisi elit menyerbu gedung dan menewaskan empat penyerang.

Seorang aparat keamanan menyebutkan, “pembantaian” di dalam gedung dilakukan penyerang dengan sadis, melemparkan bahan peledak kepada sandera. The Bataclan terletak hanya 200 meter dari bekas kantor majalah Charlie Hebdo, yang merupakan salah satu target pada serangan Januari 2015.

Sebelumnya, saksi mata mengatakan sebuah unit anti-teror elit telah mengambil posisi di luar tempat konser populer, yang diserang oleh dua atau tiga orang bersenjata, yang dilaporkan telah meneriakkan slogan-slogan mengutuk peran Perancis di Suriah.

“Kami tahu dari mana serangan ini berasal,” kata Hollande, tanpa menyebut nama kelompok individu. “Memang ada alasan yang baik untuk takut,” katanya lagi.

Perancis mengalami ketegangan sejak Januari ketika ekstremis Islam menyerang majalah satir Charlie Hebdo, yang telah menerbitkan kartun Nabi Muhammad, dan supermarket halal.

Selain terjadinya kematian di gedung konser, polisi mengatakan 11 orang tewas di Carillon bar populer di arondisemen 10. Pejabat lainnya mengatakan,. sedikitnya tiga orang tewas ketika bom meledak di luar Stadion Stade de France di utara Paris , ketika tim Perancis menghadapi Jerman.

Carillon dan Bataclan adalah tempat populer di timur Paris, dekat daerah Oberkampf trendi yang dikenal untuk kehidupan malam yang semarak nya.

Disebutkan, lebih dar I 18 orang tewas di Boulevard de Charonne, satu di Boulevard Voltaire, dan lima di Rue de la Fontaine-au-Roi.***Eank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru