Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Para penguji UKW harus ikut ToT karena Dewan Pers tambah mata uji baru

Para penguji UKW harus ikut ToT karena Dewan Pers tambah mata uji baru

H. Kamsul Hasan. (berita jakarata)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Para asesor  Uji Kompetensi Wartawan (UKW) harus mengikuti  pelatihan untuk pelatih (ToT) ulang, karena Dewan Pers menambah mata uji baru, soal etika dan hukum serta peraturan terkait pemberitaan dan karya jurnalistik.

Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat, H Kamsul Hasan,  menyatakan, pada bagian platform media cetak, akan diujikan pemahaman tentang  UU Pers beserta Kode Etik Jurnalistik (KEJ),  kemudian UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) serta Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

“Peserta uji kompetensi online / streaming selain memahami apa yang diharuskan pada platform cetak ditambah Pedoman Pemberitaan Media Siber,” kata Kamsul ketika dihubungii di Jakarta, Kamis.

Kamsul yang aktif dalam berebagai satuan tugas di Dewan Pers menyatakan, wartawan sekarang tidak cukup hanya memahami KEJ saja karena sejumlah pasalnya telah usang.

Ia memberi contoh, sebagian Pasal 1 dan Pasal 3 KEJ diinterupsi oleh Pedoman Pemberitaan Media Siber sedangkan sebagian Pasal 5 KEJ dikoreksi oleh Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

“Definisi anak dan ruang lingkup anak yang dimaksud diperluas. Perubahan ini harus dipahami oleh asesor. Itu sebabnya Dewan Pers memerintahkan 27 lembaga uji untuk ToT kembali,” kata Kamsul, yang juga dosen di IISIP Jakarta dan di STIH (IBLAM) Institute of Business Law and Legal Management di Jakarta.

Pelatihan ToT (training of trainer) Uji Kompetensi Wartawan PWI berlangsung di Jakarta, 22-23 Februari 2019, diikuti sebanyak 160 orang dan sudah memenuhi kuota.

“Alhamdulillah, peserta ToT Uji Kompetensi Wartawan PWI sudah memenuhi kuota sebanyak 160 orang,” kata  Kamsul.

Ia mengatakan, para peserta ToT itu terdiri atas para asesor yang sudah pernah menguji serta yang sedang proses magang dan calon asesor.

Para peserta berdatangan dari berbagai daerah Indonesia dan acara dilaksanakan di Hotel Park Cawang,  Jakarta,  jelas Kamsul dengan menambahkan, para peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan klaster.

Ia kemudian menggarisbawahi,  lembaga uji yang tidak melakukan ToT ulang,  tidak diperkenankan melakukan pengujian dan bila dua tahun berturut-turut tidak melakukan pengujian maka akreditasi sebagai lembaga uji akan dibatalkan.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digulirkan sejak 2011, telah menghasilkan delapan ribu lebih wartawan berkompeten dari jumlah seluruhnya sekitar 40 ribu wartawan di Tanah Air.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru