Friday, December 06, 2019
Home > Berita > Para Pecandu Narkoba di Filipina Diajari Cara Membuat Peti Mati

Para Pecandu Narkoba di Filipina Diajari Cara Membuat Peti Mati

Para pecandu narkoba di Filipina diajari cara membuat peti mati. (merdeka.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Olongapo, Filipina) – Para pecandu narkoba di Filipina yang ketakutan dihantam timah panas, menyerahkan diri dan kini menjalani pemulihan, sebagian di antaranya diajari cara membuat peti mati.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan para penjual, pengedar dan pecandu narkoba agar di tembak mati dan sudah ribuan orang terkapar di jalanan atau di rumah mereka, karena dilibas peluru para petugas.

Sebanyak 700.000 pecandu narkotika mendaftar pada kegiatan pemulihan atau dikenal dengan istilah “menyerahkan diri”.

Sarana atau kegiatan menawarkan pemulihan itu tidak banyak.

Olongapo, kota berpenduduk 220.000 jiwa, tiga jam dari Manila ke utara, menampung pencandu dan mengajari mereka cara mengukir.

Pecandu dibayar 5.000 peso Filipina (lebih dari Rp1 juta) per bulan untuk membuat peti mati kayu sebagai bagian pemulihan serta pemberdayaan pemerintah.

“Jika tidak segera berubah, saya akan mengisi peti mati itu,” kata seorang pria berusia 44 tahun, yang menolak menyebutkan namanya. Ia menunjuk tumpukan peti mati dalam gudang tempat mantan pencandu lain bekerja.

Sejak Duterte menjabat pada 30 Juni 2016, lebih dari 3.600 orang tewas, sebagian besar korban diduga pemakai dan pengedar narkotika.

Mereka terbunuh dalam gerakan kepolisian dan aksi yang diduga dilakukan petugas paramiliter.

Setidak-tidaknya, 400 pemakai narkotika menyerahkan diri ke kepolisian Olongapo sejak Juni. Mereka akan diikutkan dalam program pembuatan peti mati beberapa bulan mendatang.

Peti mati dibuat dari kayu lapis sederhana bercat putih, dan akan dikirim ke keluarga miskin di kota, yang tidak mampu membayar jasa pemakaman, kata petugas.

Menurut jajak pendapat pada Jumat, seperti dilansir antaranews, kebijakan antikorupsi Duterte dinilai “sangat baik” oleh sebagian besar rakyat Filipina.

Namun, ada indikasi, sejumlah responden cemas karena buat mereka nyawa tersangka tetap penting dipertahankan.

Pemerintah negara barat beserta kelompok pegiat hak asasi manusia telah menyampaikan keprihatinannya serta mendesak pemerintah menggelar penyelidikan menyeluruh terhadap pembunuhan itu.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru