Monday, November 19, 2018
Home > Berita > Osaka petenis Jepang pertama juara turnamen Grand Slam

Osaka petenis Jepang pertama juara turnamen Grand Slam

Naomi Osaka dari Jepang juara AS Terbuka, Minggu. (tempo)

MIMBAR-RAKYAT.com (New York) – Kemenangan Naomi Osaka amat membanggakan Jepang dan Asia, karena ia merupakan petenis Jepang pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam setelah menang 6-2, 6-4 atas Serena Williams pada final AS Terbuka,  Minggu dini hari.

Kejadian kontroversi terjadi ketika Serena mengalami krisis setelah mendapatkan code violation karena mendapat instruksi dari pelatihnya.

Oaka mengendalikan permainan setelah memenangi set pertama, wasit asal   Portugal Carlos Ramos membuat sebel Williams ketika ia memberikan “code  violation” kepada juara Grand Slam 33 kali itu di gim kedua set kedua, akibat pelatih Williams Patrick Mouratoglou memberikan sinyal tertentu dari boks sang petenis.

Sederet tingkah laku buruk kemudian dilakukan Williams dan ia mendapatkan “point penalti” karena membanting raketnya sebelum kemudian diberikan “game penalty” saat tertinggal 3-4 setelah ia meluncurkan serangan verbal terhadap Ramos, menuduhnya sebagai “pembohong” dan “pencuri karena mencuri poin dari saya.”

“Game penalty” membuat Osaka memimpin 5-3 dan petenis Jepang berusia 20 tahun itu menjaga ketenangannya untuk mengukir kemenangan bersejarah.

Peringatan pelatih merupakan pemicu kemarahan pertama Williams, yang berteriak kepada Ramos bahwa ia adalah seorang ibu dan tidak akan pernah berbohong, dan menambahkan bahwa ia lebih memilih untuk kalah ketimbang berbohong.

Situasi kelihatannya telah kembali normal ketika Williams akhirnya mampu mematahkan servis Osaka untuk pertama kalinya untuk memimpin 3-1.

Namun , beberapa hal berada di luar kontrol ketika petenis Jepang 20 tahun itu balas mematahkan servis, membuat mantan petenis peringkat satu dunia itu membanting raketnya dan Ramos mengeluarkan point penalty.

Hal itu memicu kemarahan lain dari Williams yang diikuti game penalty, membuat para penonton mencemooh dan membuat petenis AS itu semakin marah.

Belakangan Mouratoglou mengakui bahwa ia berusaha untuk memberi instruksi kepada Williams dari tribun penonton dengan tangannya, namun menuding pelatih Osaka, Sascha Bajin, melakukan hal serupa.

“Saya jujur. Saya memberi instruksi,” kata Mouratoglou. “Saya pikir ia tidak melihatnya pada satu kesempatan. Sascha juga memberi instruksi pada setiap poin.”

Akhir kontroversial itu membayang-bayangi apa yang semestinya menjadi momen indah bagi Osaka.

Berdiri di podium menanti untuk diberikan trofinya dan cek pemenang sebesar 3,8 juta dolar, Osaka hanya mendengar cemoohan ketika para penonton menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap Ramos, yang berdiri di tepi lapangan.

“Saya tahu semua orang mengejek dia dan saya menyesal ini harus berakhir seperti ini,” kata Osaka. “Saya hanya ingin berterima kasih kepada Anda yang menyaksikan pertandingan.”

“Selalu menjadi mimpi saya untuk bermain melawan Serena di final AS Terbuka. Saya benar-benar bersyukur dapat bermain melawan Anda,” ujarnya. Kemenangannya ini mencegah Williams menyamai rekor yang pernah ada yakni 24 gelar Grand Slam.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru