Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Oposisi Raih Kemenangsan Mengejutkan, Mahathir Jadi PM Tertua di Dunia

Oposisi Raih Kemenangsan Mengejutkan, Mahathir Jadi PM Tertua di Dunia

Para pendukung Mahathir Mohamad merayakan kemenangan pemilu, di Petaling Jaya, Kamis (10/5). (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Para pendukung Mahathir Mohamad merayakan kemenangan pemilu, di Petaling Jaya, Kamis (10/5). (Foto: Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Kuala Lumpur) – Aliansi Mahathir Mohamad memenangkan 112 kursi di parlemen, sekaligus mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional (BN) yang berkuasa di pemerintahan selama 60 tahun. Komisi Pemilihan menyatakan Kamis (10/5), oposisi telah memenangkan 112 kursi dan BN memiliki 76 kursi di antara 222 anggota parlemen.

Mahathor Mohamad. (Foto: South China Morning Post)
Mahathir Mohamad. (Foto: South China Morning Post)

Aliansi oposisi yang dipimpin oleh mantan penguasa Malaysia Mahathir Mohamad tersebut telah memenangkan mayoritas di parlemen, kemenangan mengejutkan yang mengakhiri kekuasaan 60 tahun koalisi Barisan Nasional yang berkuasa. Demikian dilaporkan Al Jazeera.

Pelaksanaan pemilu merupakan salah satu yang paling diperebutkan dalam sejarah Malaysia, dengan Mahathir yang berusia 92 tahun  “tutun gunung” untuk menyingkirkan mantan anak didiknya, Perdana Menteri Najib Razak, yang telah terlibat dalam skandal korupsi besar-besaran.

Mahahtir mengatakan, dia akan dilantik sebagai pemimpin Malaysia pada Kamis nanti, menjadi perdana menteri tertua di dunia.

Ketika kemenangan Pakaran Harapan atau Alliance of Hope menjadi jelas, para pendukung  ramai di media sosial dan ke jalan-jalan di kota terbesar Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka mengibarkan bendera-bendera oposisi.

Rob Mcbride dari Al Jazeera, melaporkan dari Kuala Lumpur, mengatakan suasana pada pertemuan publik di kota berubah menjadi “euforia” karena “berita mulai merebak tentang apa yang terjadi”.

Sebagian besar dari kursi, yakni 112 kursi, mengantar partai atau aliansi untuk memerintah.

sejumlah pendukung Mahathir mengatakan bahwa Pakatan Harapan, atau Aliansi Pengharapan, dari jauh hari yakin mengalahkan koalisi Najib yang berkuasa, Barisan Nasional.

Ditanya apakah dia akan mengambil tindakan terhadap Najib atas skandal keuangan, Mahathir mengatakan dia tidak akan melakukan “balas dendam”. “Kami berusaha memulihkan aturan hukum,” kata Mahathir kepada wartawan, Kamis pagi.

Tuduhan korupsi telah menenggelamkan Najib selama bertahun-tahun terakhir dan tampaknya telah membuat pemilih Malaysia tidak tertarik lagi.  Namun kemenangan Pakatan Harapan adalah kemenangan menakjubkan yang hampir tidak pernah diprediksi oleh siapa pun.

Oposisi juga menyapu bersih hasil pemilihan-pemilihan di negara bagian, termasuk negara bagian Johor di mana partai Melayu yang dominan di Barisan Nasional didirikan.

“Beberapa orang Malaysia berpikir mereka akan hidup untuk melihat hari ini,” Malaysia Kini. Sebuah situs berita Malaysia, menyatakan dalam sebuah editorial. “Ini adalah pertama kalinya negara ini menyaksikan perubahan pemerintahan sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1957.”

Disebutkan, kekalahan BN dimungkinkan oleh “tsunami Malaysia”, di mana semua kelompok etnis utama berubah menjadi suara menentang koalisi yang berkuasa.

“Tidak kurang dari gempa politik bersejarah sedang berlangsung di Malaysia sekarang,” kata John Sifton, direktur advokasi Asia Human Rights Watch.

Mahathir berbalik melawan Najib di tengah skandal keuangan dan menyebut perannya dalam kebangkitan Najib “kesalahan terbesar dalam hidupku”. Mantan penguasa itu kemudian bekerja sama dengan aliansi partai yang menentangnya ketika dia berkuasa, termasuk ikon oposisi Anwar Ibrahim, mantan deputinya yang dipenjara karena sodomi dan korupsi – dakwaan yang disebut Anwar bermotif politik setelah ia dan Mahathir jatuh pada akhir 1990-an.

Setelah mengklaim kemenangan, Mahathir mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan bekerja untuk mendapatkan pengampunan kerajaan untuk Anwar Ibrahim, yang menjalani hukuman lima tahun penjara.

“Begitu [Anwar] diampuni, dia akan memenuhi syarat untuk berdiri sebagai perdana menteri. Tetapi dia masih harus mencalonkan diri untuk pemilihan menjadi anggota parlemen,” kata Mahathir, seperti dikutip dari surat kabar The Star.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru