Friday, July 03, 2020
Home > Berita > Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp 14.156

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp 14.156

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah, tembus pada posisi Rp 14.156. Situasi ini diperkirakan karena banyak warga negara asing membawa pulang uang ke negaranya.

Salah satu pemicunya, karena ketidaknyaman di Indonesia. Pelemahan rupiah merupakan yang terburuk di antara mata uang negara di kawasan Asia. Diikuti rupee, mata uang India yang melemah 0,43 persen, yen Jepang minus 0,21 persen, dan baht Thailand minus 0,12 persen.

Fuad Bawazier, mantan Menteri Keungan di Jakarta, Sabtu (19/5) mengatakan, peristiwa yang terjadi belakangan ini antara lain ledakan bom di Surabaya, merupakan salah satu yang menyebabkan nilai rupiah melemah.

“Sektor pariwisata memang terpukul dengan adanya kejadian tersebut, termasuk para investor yang akan menanamkan uangnya di Indonesia juga kemungkinan mengurungkan niatnya, karena faktor kenyamanan,” terang Fuad yang juga mantan Dirjen Pajak ini.

Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia yang tidak kuat yang menyebabkan rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Selain itu, impor Indonesia lebih kebutuhan konsumtif dan bukan produktif sehingga mendorong rupiah terus melemah.

“Neraca perdagangan kita selalu defisit karena impor lebih besar daripada ekspor sehingga kita tidak ada pemasukkan devisa,” terang Fuad.

Pemerintah, kata Fuad, khususnya Presiden Jokowi dan menterinya agar tidak melakukan propaganda dalam menanggapi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS.

“Sebab selama ini pemerintah dengan membungkusnya yang menuding melemahnya rupiah karena faktor eksternal semata,” papar Fuad kepada wartawan.

Mengutip analisa Monex Infestindo Futures, aksi teror yang terjadi dua hari sebelumnya menjadi sentimen negatif bagi rupiah, namun di hari Senin masih mampu bertahan di bawah 14:000.

Baru pada perdagangan kemarin, 15 Mei 2018, rupiah kembali ke atas level tersebut, faktor terpicu faktor eksternal maupun internal.

Dari eksternal, dolar AS yang sebelumnya melemah akibat rilis data-data ekonomi AS yang kurang bagus pada pekan lalu, mendapat momentum penguatan kembali dari kenaikan yield treasury AS.

Sementara dari internal, neraca perdagangan Indonesia yang tercatat defisit menambah beban bagi rupiah. Ekspor Indonesia tercatat meningkat 9,01 persen (year on year) di bulan April, sementara impor melonjak 34,68 persen yang berdampak pada defisit neraca perdagangan sebesar 1,62 miliar dolar AS. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru