Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Nikmatnya Santap Karedok di Gurun Pasir Qatar

Nikmatnya Santap Karedok di Gurun Pasir Qatar

Santap karedok di padang pasir Qatar.

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Seperti masyarakat Indonesia lainnya, WNI yang ada di Qatar juga merayakan hari libur panjang dan komunitas yang disebut Baraya Sunda Qatar (BSQ) dalam liburan kali ini menyelenggarakan Botram sembari santap karedok, 6 Mei 2016. 

Acara ini merupakan kegiatan berkumpul bersama dengan seluruh keluarga yang kali ini diadakan di Dukhan Water Park, sebuah kota dengan nuansa padang pasir yang berjarak 100 km dari Doha.

Pada Botram ini berkumpul sekitar 250 warga Sunda yang berasal dari berbagai daerah di Qatar seperti Doha, Dhukan, Alkhor, Messaid dan Wakrah pun dijadikan ajang promosi berbagai  kuliner khas Sunda, demikian dilaporkan Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, Jumat waktu setempat.

Bagi pencinta kuliner, selain rasa, tempat dan suasana juga meningkatkan selera sajian.  Bagi warga Parahiyangan yang rindu tanah air, makanan merupakan unsur penting. Orang Sunda sangat mencintai masakan sehat dengan unsur sayuran segar. Di tengah padang pasir yang langka tanaman pun, mereka tetap mencari berbagai jenis sayuran untuk disantap.

Ada sebuah anggapan yang tak lekang sampai kini bahwa penyantap banyak sayuran segar memiliki badan sehat, kulit halus dan bersih. Oleh karena itu, di padang pasir pun urang Sunda harus mempertahankan tradisi pelahab sayur.

Kemolekan mojang Priangan yang biasa hidup di alam segar pegunungan sering dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan Sunda. Itulah salah satu tantangan bagi urang Sunda kalau hidup di gurun pasir yang langka tanaman.

Jangan kawatir, botram kali ini adalah promosi makanan segar Sunda agar kebiasaan sehat itu terus dilestarikan meski di luar negeri. Acara botram menyediakan berbagai jenis lalapan dan utamanya sayuran segar, gado-gado sayuran mentah, keredok.

Salah satu sajian favorit pada acara botram Baraya Sunda di Qatar (BSQ) adalah karedok padang pasir. Kita dapat mencoba salah satunya yaitu keredok racikan Teh Euis, istri staf KBRI Doha yang memiliki usaha kuliner di Qatar.

Menu keredok yang disajikan dibuat dari irisan mentimun, kol, kacang panjang dan sayuran mentah lainnya. Bumbu keredok ini, meski tidak selengkap menu biasanya jika di Indonesia, namun sungguh nikmat  dan bersih.

Bumbunya sendiri berupa kuah kacang yang bisa dipilih tingkat kepedasannya. Semua bumbu mentah dan jadi tersedia di toko Indonesia di Qatar walaupun diimpor dari Indonesia. Untuk penyajiannya, kerupuk putih diletakkan di permukaan piring baru kemudian keredoknya ditempatkan di atasnya. Tak lupa daun kemangi jadi pemanis hidangan karedok.

Jika ada yang jijik dengan lalat yang biasanya berseliweran, jangan kawatir. Di Qatar jarang terlihat lalat apalagi di gurun pasir yang siang hari panasnya biasa mencapai 48 derajat. Cuma kadang semburan angin debu di musim semi menjelang musim panas. Anggap saja penyedap bumbu keredok yang disajikan.

Rasa keredok semakin nikmat dengan menyaksikan putihnya hamparan padang pasir di sekitar Dukhan dan luasnya hamparan lepas laut Teluk sejauh mata memandang pada sore hari menjelang malam. Pada malam hari lampu kelap-kelip pun gedung gedung pencakar langit terlihat jelas dari sisi pantai Qatar.

Dalam acara botram bertajuk makanan Sunda ini juga menghadirkan suasana kampung halaman. Kerinduan segera memuncak setelah mendengar alunan dengung kecapi suling, menciptakan sensasi tersendiri.

Selain keredok tentunya berbagai makanan Sunda yang turut disajikan ikan bakar dan goreng, pete, gulai, ikat teri dan berbagai sambal pedas. Sedangkan malam hari, botram diramaikan dengan api ungun yang dilengkapi sajian ikan bakar dan barbeque kambing bumbu Maranggih ala Purwakarta.

“Perut rasanya pecah akibat kekenyangan yang melebihi kapasitas” ujar Lalla Safira, putri seorang Diplomat KBRI Doha. Ramainya partisipasi warga sunda pada Botram menjadikan silaturahmi kuliner berlangsung meriah bagai ajang promosi yang  sungguh memanjakan lidah.  (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru