Wednesday, February 26, 2020
Home > Headline > Nekad, Pemerintah Bekukan PSSI

Nekad, Pemerintah Bekukan PSSI

MIMBAR-RAKYAT-com (Jakarta)  – PSSI tak menggubris peringatan pemeritah. Nekad, Pemerintah bekukan PSSI. Setelah tak mengindahkan teguran pemerintah agar mematuhi permintaan Badan Olahraga Proffesional (BOPI) soal persyaratan dalam Liga.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi,  mengambil langkah tegas terhadap PSSI. Lantaran mengabaikan tiga surat teguran tertulis, PSSI pun dibekukan oleh Menpora.

Dalam surat keputusannya yang ditandatangani  Menpora  Iman Nahrowi  juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

La Nyalla Mahmud Mattalitti bahkan sudah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel JW Marriott, Surabaya, Sabtu (18/4/2015).La Nyalla yang menjabat sebagai wakil ketua umum pada periode sebelumnya, meraih 92 suara dalam pemilihan. Sedangkan 14 suara tersisa memilih Syarif Bastaman. Tiga calon lain yaitu Benhard Limbong, Subardi, dan Muhammaf Zein tidak mendapatkan suara sama sekali.

Menpora sebelumnya  telah melayangkan tiga surat peringatan dalam satu pekan terakhir. PSSI diminta untuk memerintahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya agar memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

BOPI belum mengizinkan dua klub untuk ambil bagian di Kompetisi Indonesia Super League 2015. Sebab, kedua klub tak mampu menyerahkan dokumen yang sangat penting seperti pajak dan penerbitan izin usaha.

PSSI tak kunjung memenuhi peringatan Menpora hingga tenggat waktu yang ditetapkan pada Jumat (17/4/2015) sore. Pada hari yang sama, Menpora pun menjatuhi sanksi kepada PSSI. Pemerintah Bekukan PSSI

Surat keputusan pembekuan PSSI dari Menpora tentang pengenaan sanksi administratif berarti  kegiatan keolahragaan PSSI tak diakui. Berarti  pula seluruh instansi pemerintah maupun badan swasta tidak bisa berhubungan dengan organisasi sepakbola secara legal. Ini akan berdampak luar biasa sebab akan berpengaruh kepada sisi bisnis terutama tentang  spsonshorship dalam turnamen.

Menpora secara eksplisit juga menegaskan tak akan mengakui Kongres Luar Biasa atau Kongres Biasa yang digelar PSSI. Padahal, KLB sedang digelar pada Sabtu (18/4/2015) di Surabaya guna memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif untuk periode 2015-2019.

Seiring pembekuan ini, PSSI bakal diambil alih oleh Tim Transisi. Tim ini juga bakal bertanggung jawab untuk persiapan Timnas Indonesia jelang SEA Games 2015 di Singapura. (ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru