Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Nasib Warga Halmahera Selatan Usai Diguncang Gempa M 7,2, Seorang Tewas dan 160 Rumah Roboh

Nasib Warga Halmahera Selatan Usai Diguncang Gempa M 7,2, Seorang Tewas dan 160 Rumah Roboh

Gempa Malut

MIMBAR-RAKYAT.Com (Malut) – Warga memilih tidur di ruang terbuka setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang sejumlah daerah di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14/7).

Gempa pada kedalaman 29 kilometer di darat 63 kilometer Timur Kota Labuhan dirasakan kuat di beberapa wilayah. Sebanyak 180 rumah ambruk dan seorang warga tewas.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, Senin (15/7) mengatakan, gempa yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara akibat pergeseran Sesar Sorong-Bacan.

BPBD Kabupaten Halmahera Selatan melaporkan gempa dirasakan kuat selama dua detik hingga lima detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Gempa bumi bermagnitudo 7,2 yang mengguncang Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Ada 160 rumah roboh dan satu orang dilaporkan terenggut jiwanya karena tertimpa reruntuhan.

“Dilaporkan juga adanya satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Dan (gempa) merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Senin (15/7/2019).

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dilaporkan meliputi Kecamatan Gane Barat Utara, Kecataman Timur Selatan, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, dan Kecamatan Gane Timur di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Hingga pukul 01.00 WIB, telah terjadi 52 gempa susulan.

“Hingga 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan 52 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 5,8 dan magnitudo terkecil M 3,1. 28 gempa di antaranya dirasakan,” jelas Rahmat.

Sebelumnya, gempa M 7,2 tersebut berpusat di 62 km sebelah timur laut Kota Labuha, Pulau Bacan, dan terjadi pukul 16.10 WIB. Gempa ini telah membuat masyarakat menjadi panik.

Gempa tersebut membuat warga di sekitar kawasan pantai mengungsi. Mereka kini membutuhkan berbagai keperluan untuk bertahan di pengungsian.

BPBD Kabupaten Halmahera Selatan melaporkan gempa dirasakan kuat selama dua detik hingga lima detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

Guncangan pada Skala V Marcelli dirasakan di Obi. Selain itu, guncangan juga diraskaan di Labuha (Skala III), Manado dan Ambon (Skala II-III), kemudian Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, dan Bolaang Mongondow (Skala II). (A/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru