Friday, November 15, 2019
Home > Berita > MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Medsos: Jangan Bergunjing, Fitnah, Haram Sebarkan Hoax dan Permusuhan

MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Medsos: Jangan Bergunjing, Fitnah, Haram Sebarkan Hoax dan Permusuhan

Ketua MUI KH Ma'ruf Amin. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa penggunaan media sosial (medsos). Ini dilakukan menyusul maraknya ujian kebencian berbau Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) di jagat maya (internet).

Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, fatwa diterbitkan bulan Ramadhan. Alasannya, bulan ini umat Islam diminta menahan diri dari segala godaan.

“Ini bukan berarti menahan diri tuntuk tak menggunakan medsos. Tapi menahan diri untuk tak menggunakan medsos untuk hal tidak baik. Jangan berbohong, jangan adu domba,” ujarnya di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (5/6).

“Penggunaan media sosial secara merusak berbahaya bagi agama Islam. Karenaya, kerusakan itu yang harus kita tolak,” sambungnya.

Dikatakan, MUI memiliki kewenangan untuk membendung penggunaan media sosial guna menghindari dari penggunaan medsos yang berbuntut permusuhan.

“Fatwa muamalah medsos kami keluarkan karena kami tak mungkin menghindari medsos. Tapi ingat, gunakan hak dengan baik,” katanya.

Ada beberapa poin yang dikeluarkan MUI terkait fatwa tersebut. “Di antaranya setiap muslim yang bermualamah di media sosial jangan melakukan gibah (bergunjing), fitnah, namimah, dan diharamkan menyebarkan permusuhan,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh.

Selain itu, MUI juga mengharamkan hoax yang disebarluaskan, termasuk di antaranya pornografi.

Prof. KH Ma’ruf Amin menganggap fatwa ini sangat penting. Karena itu dia merasa senang dengan adanya kerjasama ini.

“Ini sangat penting karena berangkat dari keperihatinan MUI daripada maraknya konten media yang tidak hanya positif tapi juga negati,” ucap Kiai Ma’ruf, Senin (5/6).

Ma’ruf menambahkan fatwa ini diluncurkan tepat pada bulan Ramadhan. Selain itu juga karena MUI melihat bahwa masalah media sosial sudah mengarah pada permusuhan, sehingga dalam fatwa ini MUI juga mengeluarkan rekomendasi kepada DPR, pemerintah, dan penegak hukum.

Menteri Kominfo, Rudiantara mengatakan, merasa perlu menindaklanjuti fatwa MUI lantaran penggunaan media sosial yang makin tidak terkontrol. Media sosial bukan lagi seperti maksud pembuatnya untuk merekatkan kembali pertemanan yang pernah ada. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru