Saturday, December 14, 2019
Home > Berita > Muhammad Ali si Legenda Tinju Sudah Tiada

Muhammad Ali si Legenda Tinju Sudah Tiada

Legenda tinju Muhammad Ali semasa hidupnya. (mulpix.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Arizona) – Mantan juara dunia tinju yang pernah merajai kelas berat, Muhammad Ali, meninggal dunia di rumah sakit Phoenix di Arizona, dalam usia 74 tahun, demikian diumumkan Kamis waktu setempat.

Mantan petinju kondang itu mengalami masalah dengan pernafasannya, merupakan penyakit komplikasi setelah ia dalam beberapa tahun ini didera penyakit parkinson.

Pemakaman akan dilakukan di kampung halaman Ali di Louisville, Kentucky, kata keluarga dalam pernyataan mereka, seperti diberitakan BBC.com, Sabtu.

Juru bicara keluarga Bob Gunnell dalam pernyataannya menyebutkan Ali sudah lama menderita Parkisnon.

“Setelah 32 tahun berjuang melawan penyakin Parkinson, Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun,” kata kata Gunnell seperti dilansir kantor berita AFP.

Kepada NBC News, Gunnell membenarkan bahwa Ali meninggal di sebuah rumah sakit di Phoenix, Arizona.

“Hati saya sangat sedih namun sekaligus mengapresiasi dan lega pria paling hebat itu kini beristirahat di tempat terbaik,” kata petinju Roy Jones Jr. di akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ali pekan ini menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit pernafasan. Ia sudah lama menderita sindrom Parkinson, yang menyebabkan mantan atlet itu sulit berbicara dan hampir terpenjara dalam tubuhnya sendiri.

Ia memproklamirkan diri sebagai “yang terhebat”, “yang paling superior” dan “paling ahli.”

Hanya sedikit yang bisa mendebatnya pada masa puncak karirnya tahun 1960an. Dengan kaki menari dan pukulan tinju cepat ia menyebut dirinya bisa melayang seperti kupu-kupu dan menyengat seperti lebah.

Ali lahir di Louisville, Kentucky, pada 17 Januari 1942 dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. Ia kemudian mengganti namanya menjadi Muhammad Ali setelah masuk Islam.

Ia meraih medali emas dalam laga kelas berat ringan Olimpiade Roma 1960.

Dengan nama panggilan “The Greatest”, petinju Amerika itu mengalahkan Sonny Liston pada 1964 ketika meraih gelar juara dunia pertama kali dan akhirnya menjadi petinju pertama yang menyandang gelar kelas berat pada tiga tiga badan tinju dunia.

Ia memutuskan untuk pensiun pada 1981, dengan mengantungi 56 gelar dalam 61 pertandingannya.

Ali tinggal bersama istrinya Lonnie Williams, yang mengenalnya ketika dia masih kecil di Louisville, serta sembilan anaknya, di antaranya ada anak perempuan yang mengikuti jejaknya menjadi jagoan dalam laga tinju, Laila Amaria Ali.   (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru