Tuesday, February 25, 2020
Home > Sosok > Mr Basarnas Ini Mantan Penerbang Pesawat Tempur

Mr Basarnas Ini Mantan Penerbang Pesawat Tempur

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) Musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 memunculkan nama F. Henry Bambang Soelistyo. Namanya , setiap hari disebut puluhan media. Wajahnya yang kalem tampil dilayar kaca lebih sering dari bintang sinetron.

Nama Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) ini sebelumnya tak akrab di telinga publik. Ia banyak dipuji karena melakukan gerakan sigap dan tepat, bisa mengkoordinasi sekian banyak lembaga dari sejumlah negara, serta transparan.Tanpa mengecilkan maupun melebihkan masing-masing kelompok. Sehingga kesan kekompakan mencuat sangat tinggi dari masyarakat Indonesia dalan menangani musibah.

Pembawaannya yang tenang mudah dilihat di televisi saban hari-meladeni pertanyaan puluhan media-sehari tiga kali (seperti makan obat). Dunia memujinya. Media asing, seperti Wall Street Journal, menyebut Mr Basarnas…

Basarnas banyak dipuji oleh berbagai kalangan atas kinerja menemukan lokasi jatuhnya AirAsia QZ8501 dalam waktu yang relatif cepat yaitu 3 hari. Greg Waldron, editor majalah penerbangan FlightGlobal dalam Wall Street Journal (WSJ) bahkan memuji Basarnas dengan mengatakan Indonesia memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan paling terdepan di antara negara-negara Asia.

Jabatannya sebagai Kepala Basarnas juga dipuji karena kemampuan komunikasinya yang cukup baik menjawab setiap pertanyaan dalam konferensi pers.

Kemapuan menjalin komunikasi bukan terbatas pada kolega sesame instansi, melainkan juga ke lapis korban.  

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Muda F Henry Bambang Soelistyo mengunjungi keluarga penumpang AirAsia QZ8501 di Posko Mortem Polda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (31/12/2014) malam. Kunjungan dilakukan Bambang setelah timnya berhasil mengevakuasi korban penumpang AirAsia hingga proses identifikasi di Polda Jatim.

Perlu diketahui, Crisis Center AirAsia telah berpindah dari Terminal 2 Bandara Juanda ke Polda Jatim. Perpindahan dilakukan agar keluarga penumpang bisa lebih dekat dengan Rumah Sakit Bhayangkara sebagai pusat identifikasi jenazah penumpang QZ8501.

Kepada sejumlah keluarga penumpang, Kepala Basarnas menceritakan lebih detail proses evakuasi korban di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hingga dibawa ke Surabaya untuk diidentifikasi.

“Dua itu mengambil di kapal. Jadi semua yang ketemu sudah di atas kapal. Di kapal saya pesan kepada komandan kapalnya; kamu tempatkan, kamu mandikan, kamu kasih selimut di kapal. Untuk ngambil dua tadi perjuangannya cukup parah,” kata Bambang Soelistyo kepada keluarga penumpang.

Dia meminta keluarga penumpang bersabar dan tenang, sebab proses evakuasi memerlukan tenaga ekstra. “berdoa saja, tenangkan, ” kata dia.

Bambang ikut merasa pilu saat pertama kali mengumumkan informasi adanya jenazah yang diduga penumpang dan kru AirAsia QZ8501. Namun, dia mau tak mau harus mengumumkan informasi tersebut meskipun tahu dampak yang bakal dialami keluarga penumpang.

“Saya paham dan harus kita lalui dengan segala resiko. Silakan marah dengan saya. Itulah resiko saya. Tapi mungkin pelan-pelan kita tahu Tuhan yang telah mengatur. Itu takdir yang tak bisa diubah,” ujar dia.

Dia berjanji akan bekerja keras untuk menuntaskan masalah ini dan berharap keluarga penumpang tawakal terhadap takdir Tuhan ini. “Saya mau lihat ibu-ibu tersenyum lagi. Kita harus sadar suatu saat kita juga akan dipanggil oleh-Nya,” ucap Bambang.

Baru

Masa jabatannya sebagai Kabasarnas masih tergolong baru. Marsekal Muda TNI F Henry Bambang Sulistyo dilantik menjadi Kepala Basarnas (Kabasarnas) oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Evert Erenst Mangindaan pada 14 April 2014. Henry dilantik menggantikan Kabasarnas sebelumnya, Mayor Jenderal TNI Marinir Alfan Baharuddin.

Cukup lama, Henry menjadi pilot pesawat tempur. Ke betulan pilot Air Asia yang hilang juga mantan penerbang pesawat tempur. Ia menjadi pilot pesawat tempur sampai mencapai pangkat bintang satu. Kemudian, dia sempat menduduki Dirjen Rencana Pertahanan Kemenhan sebelum akhirnya dilantik menjadi Kabasarnas.

Masa kecilnya dihabiskan di kota gudeg, Yogyakarta. “Saya lahir di Yogyakarta, hampir seluruh pendidikan ada di Yogya, termasuk Akabri bagian udara tahun ’82,” ujar Henry Sulistyo .

Sekolah Menengah Atasnya diselesaikan di SMA Negeri Argomulyo Yogyakarta dan S-1 Universitas Merdeka Madiun. Selanjutnya ia memasuk Sekkau, Seskoau, Sesko TNI, Lemhannas DSC/DSSC, Sekbang Angkatan ke-28, Air Refueling Course A-4 Sky Hawk, Combat Survival Course, Sekolah Instruktur Penerbang serta Defence Strategic and Studies Course.

Mengawali karier di TNI AU melalui Sekolah Penerbang Angkatan 28, Sekolah Instruktur Penerbang Angkatan 35 dan berpengalaman sebagai penerbang tempur Hawk MK-53. Bambang juga pernah melakukan aerobatik solo dengan pesawat tersebut pada Jakarta Air Show (JAS’96) di Bandara Sukarno-Hatta dan leader pada tim aerobatic Jupiter tahun 1997. Selain itu Henry pernah menjadi anggota Kontingen Garuda XIV/Bosnia-Herzegovina sebagai pasukan United Nation Military Observer (1993-1994).

Mantan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III Medan ini, sejak awal kariernya telah mendapat kepercayaan beberapa jabatan penting diantaranya Perwira Pnb Wing 300 Kohanudnas, Perwira Pnb. Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, Kadisops Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Danskadik 103 Lanud Adi Sutjipto, Danwing 3 Lanud Iswahjudi, Dan Lanud Sultan Hasanuddin, Dosen Utama Sesko TNI dan pernah menjadi Kadispen AU menggantikan Marsma TNI Chaerudin Ray pada 2 Februari 2009.

“Saya mau lihat ibu-ibu tersenyum lagi. Kita harus sadar suatu saat kita juga akan dipanggil oleh-Nya,” ucap Bambang.

Hari Ke 8

Operasi SAR kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 memasuki hari ke-8, Minggu (4/1/2015). Basarnas dan Tim SAR Gabungan masih berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menemukan korban maupun objek lain bagian dari pesawat yang jatuh di Perairan Selat Karimata tersebut. “Semangat ini harus terus dipertahankan dengan tugas-tugas yang semakin spesifik tetapi dinamika di lapangan semakin tinggi,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo dalam konferensi pers yang digelar pagi ini di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran.

Dalam konferensi pers tersebut Kabasarnas juga menyampaikan beberapa hal terkait operasi SAR kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 hari ke-8, diantaranya search area diperluas ke arah timur. Hal itu untuk mengantisipasi objek atau korban yang mungkin terbawa arus. Sedangkan pencarian di bawah air masih tetap sama, baik lokasi maupun luasannya.

Kabasarnas juga menyampaikan adanya penemuan satu korban lagi yang saat ini posisi masih di kapal, dan akan segera dievakuasi dengan helicopter. Selain itu juga ditemukan sebuah objek, yakni objek ke-5 dengan dimensi 9,8 x 1,1 x 0,4 m di lokasi berdekatan dengan penemuan objek sebelumnya.(ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru