Saturday, December 07, 2019
Home > Kota > Misteri Batu Giok Senilai Rp 200 Miliar

Misteri Batu Giok Senilai Rp 200 Miliar

MIMBAR-RAKYAT.com ( Banda Aceh)- Suatu pagi berkabut, Usman warga desa Pante Ara yang terletak ditepi hutang lindung Kecamatan Beutong Ateuh, membawa kelewang masuk hutan . Maksudnya mencari kayu bakar atau apapun yang bia dijadikan tambel butuh keperluan sehari-hari.

Menyeruak hutan sampai beberapa kilo meter belum juga bersua dengan apapun. Sampai tiba-tiba Usman mendapati gundukan batu diselimuti oleh tumbuhan menjalar. Begitu disibak, terlihat semburat warna hijau, kuning.Ia terkesima “Ini bukan batu biasa”, pikirnya dalam hari.

Terbayang bagaimana hebohnya akhir-akhir ini. Heboh batu akik yang juga melanda kampungnya meski jauh dari kebisingan kota. Ia kembali melongok onggokan batu disepan matanya. Semakin yakin ini bukan sembarang batu.

Tak kuasa menahan gembira ia berlari pulang ke kampungnya dan menyebar berita ditemukannya batu bercahaya hijau, kuning, batu giok.

Tak disadari kepolosan ini menimbulkan kehebohan. Berat batu giok yang tengah menghebohkan Aceh saat ini sekitar 20 ton. Para pencinta batu akik di sana memperkirakan harga batu itu paling murah Rp 200 miliar.

Kabar penemuan itu kemudian beredar dari mulut ke mulut. Penduduk desa sekitar mulai berdatangan dan saling mengklaim kepemilikan batu itu. Perebutan itu nyaris berujung adu fisik.

Namun karena ada aturan yang melarang penambangan giok untuk sementara waktu dari pemerintah setempat, batu tersebut tak bisa diolah Usman. Polisi akhirnya turun tangan. Batu itu masih berada di lokasi penemuan dalam penjagaan aparat kepolisian.

Sekretaris Komunitas Pecinta Batu Alam (KPBA) Aceh Hendro Saky mengatakan, jika dihitung secara kasar, angka Rp 200 miliar dianggap sebagai harga yang pas untuk batu yang diperkirakan mempunyai kandungan jenis idocrase super itu. Harga batu yang memiliki kandungan itu sangat tinggi. “Anggaplah dari 20 ton itu hanya 2 ton saja yang super,” katanya .

Harga batu akik yang ditemukan Usman pada tanggal 2 Februari 2025 mengandung idocrase super di pasaran batu mulia adalah Rp 100 juta per kilogram. Satu kilogram batu itu bisa menghasilkan 10-12 mata cincin. Artinya, harga 2 ton batu itu adalah Rp 200 miliar. “Itu belum lain-lain, jenis solar dan neon yang harganya di bawah itu,” kata Hendro.

Sampai kini belum kepstian kepemilikan atas temuan Batu Giok tersebut. Menunggu kebijakkan pemda Kabupaten  Nagan Raya. (ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru