Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Messi Tak Berkutik, Argentina Dihancurkan Kroasia, Prancis Lolos dan Peru Pulang Kampung

Messi Tak Berkutik, Argentina Dihancurkan Kroasia, Prancis Lolos dan Peru Pulang Kampung

Pemain Kroasia meluapkan kegembiraan setelah menghancurkan Argentina. (reuters)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Messi tak berkutik, maka Argentina dihancurkan Kroasia 0-3, pada laga babak penyisihan Grup D Piala Dunia di Stadion Nizhny Novgorod , Rusia, Jumat (22/6) dinihari WIB.

Dengan kekalahan ini Argentina, posisinya kritis karena dari dua kali tampil hanya meraih satu poin. Sedangkan Kroasia dipastikan lolos dengan enam poin dar dua kali laga.

Posisi Argentina akan semakin kritis bila nanti Islandia mampu menang melawan Nigeria malam nanti. Jika Islandia menang maka, pertarungan hidup mati akan dilakoni Argentina di laga terakhir melawan Nigeria dengan catatan Kroasia tidak bermain mata dengan Islandia.

Ketiga gol Kroasia tercipta pada babak kedua, masing-masing lewat Rebit menit ke-53, Luca Modric menit ke-80 dan Ivan Rakitic masa injury time.

Melawan Kroasia, pelatih Argentina Jorge Sampaoli menurunkan formasi 3-4-3 dengan duet full back Gabriel Mercado dan Nicolas Tagliafico mengapit Nicolas Otamendi di lini belakang.

Di babak pertama Argentina masih mampu mengurung pertahanan Kroasia meski tidak bisa mencetak gol. Namun pada babak kedua, setelah tenaga pemain-pemain Argentina terkuras, akhirnya formasi ini dengan mudah diporak-porandakan barisan penyerang Kroasia yang menggunakan skema 4-2-3-1.

Setelah melihat pemain-pemain Argentina mulai kedodoran, Kroasia lewat dua pemain tengahnya Luka Modric dan Ivan Rakitic mulai berani menyerang pertahanan Argentina.

Sedangkan Mario Mandzukic lebih banyak menyerang dari sisi terluar bek Argentina guna mendapat peluang.

Pada menit ke-53 keruntungan Kroasia akhirnya terjadi. Caballero bermaksud menyapu bola, tapi bola jatuh tanggung di belakang Rebic yang melakukan presssing. Sambil membalik badan, Rebic melepaskan tendangan. Terjadi gol.

Gol itu membuat Argentina kacau. Beberapa peluang selalu diselesaikan tanpa hasil termasuk ketika Maximiliano Meza memperoleh peluang dari jarak dekat. Bola muntah halauan Danijel Subasic diberikan kepada Lionel Messi. Namun, tendangan sang megabintang dapat diamankan Domagoj Vida untuk menjadi tendangan sudut.

Messi pada pertandingan ini benar-benar tidak berkutik. Messi baru melepaskan tembakan tepat sasaran menit ke-64, namun tetap tak menghasilkan gol. Umpan-umpannya juga tidak akurat dan sering bisa dihalau pemain lawan.

Memang seperti biasa dia tetap dijaga ketat. Pasokan bola dari pemain tengah yang sangat minim khususnya di babak kedua juga membuat pemain Barcelona itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Konsentrasi pemain Argentina kian hancur. Tampak ketika mereka mengabaikan begitu saja permintaan pemain lawan untuk membuang bola saat Ivan Rakitic terkapar kesakitan. Tindakan pemain Argentina, dipimpin kapten Messi, mengabaikan pertolongan pertama memicu protes rekan-rekan Rakitic.

Untuk mencari keberuntungan Sampaoli lalu memasukkan Cristian Pavon, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala.Namun kehadiran ketiga bintang ini tidak berguna justru membuat Argentina kian hancur.

Menit 80, Modric melepaskan tembakan jarak jauh melengkung. Itu menjadi gol keduanya pada turnamen ini.

Pada menit ke-90 + 1, Kroasia mencetak gol ketiganya. Berawal dari ketika Mateo Kovacic dan Ivan Rakitic menerobos pertahanan Argentina. Tanpa pengawalan pemain-pemain Argentina yang berharap asisten wasit mengangkat bendera off-side, Rakitc menceploskan gol ketiga dengan mudah.

Ini keberhasilan pertama Kroasia melangkah ke fase gugur Piala Dunia sejak 20 tahun lalu. Pada empat kali partisipasi beruntun setelah debut 1998, Kroasia selalu mentok di fase grup.

Kemenangan ini juga memecah telor buruk Kroasia yang selama ini selalu kalah melawan wakil Amerika Selatan di Piala Dunia. Dalam empat pertemuan terdahulu, Kroasia selalu kalah saat meladeni wakil Conmebol.

Argentina mengalahkan mereka pada turnamen debut 1998. Berselang empat tahun, giliran Ekuador yang gagal dijinakkan. Kemudian, berturut-turut pada 2006 dan 2014 Kroasia harus mengakui keunggulan Brasil. Catatan itu tak berulang di Rusia 2018.

Prancis SINGKIRKAN PERU

Meski hanya menang tipis 1-0 atas Peru namun sudah mampu memastikan Prancis lolos ke babak 16 Piala Dunia setelah menyelesaikan laga kedua di Grup C, Kamis (21/6) malam WIB.

Mbappe yang membawa Prancis unggul lewat golnya pada menit ke-34. Pemain muda ini memecahkan kebuntuan setelah memanfaatkan bola rebound di mulut gawang hasil sepakan Giroud.

Prancis terus menekan Peru. Pada menit ke-43 Hernandez yang berada dalam posisi yang sangat bebas di sisi kanan kotak penalti Peru melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya, namun diblok Gallese. Bola muntah berusaha kembali dimanfaatkan Hernandez, namun sepakannya hanya melambung ke sisi gawang. Babak pertama berakhir 1-0,

Memasuki babak kedua, Peru berusaha mencari gol penyeimbang. Seperti pada menit ke-50, Farfan memberi umpan kepada Aquino, yang kemudian melepaskan tendangan sangat keras dengan kaki kanannya dari luar kotak penalti. Bola menyamping dan sempat mengenai mistar gawang sebelum keluar lapangan.

Peru bertubi-tubi terus menekan pertahanan Prancis dari sisi kiri dan kanan, bahkan Carrillo mengupayakan lewat tendangan dari luar kotak penalti, namun lagi-lagi sepakannya hanya tipis di atas mistar gawang.

Hingga menit ke-77, Peru masih menguasai permainan dan menekan pertahanan Prancis, namun minimnya kualitas di pertahanan terakhir membuat mereka masih belum bisa mencetak gol.

Prancis berusaha keluar dari tekanan di saat Peru meningkatkan tempo permainan dengan menarik keluar Mbappe memasukkan Dembele. Hadirnya pemain Barcelona ini tetap tidak mampu meningkatkan serangan ke pertahanan Peru yang bermain ngotot.

Bahkan termasuk ketika Griezmann ditarik keluar dan Fekir masuk. Deschamps tampaknya ingin menjaga keunggulan 1-0 dengan memperkuat barisan tengah timnya. Cara ini berhasil sehingga sampai laga berakhir tetap Prancis unggul 1-0.

Dengan hasil ini Prancis mengemas enam poin dari dua kali menang termasuk ketika menghadapi Australia. Ini berarti Prancis dipastikan lolos. Laga terakhir melawan Denmark tidak lagi mampu menyingkirkan mereka. Jika kalah tetap mengemas enam angka dan hanya ada di peringkat kedua.

Sedangkan jika mampu menang berarti mereka meraih nilai sempurna sembila dalam babak penyisihan. Yang berpotensi mendampingi Prancis adalah Denmark yang mengemas empat poin dari sekali menang dan sekali seri.

Memang posisi Denmark masih bisa tersisih jika kalah banyak melawan Prancis dan Australia mampu menang besar melawan Peru di laga terakhir grup ini.

Australia memiliki satu poin dari hasil seri melawan Denmark. Sedangkan Peru dipastikan tersisih karena sudah menderita dua kali kalah. Laga terakhir melawan Australia tidak lagi berpengaruh kecuali merubah posisi klasemen.

AUSTRALIA TAHAN DENMARK

Wakil Asia, Tim Australia berhasil menahan imbang Denmark 1-1 pada laga penyisihan Grup C Piala Dunia yang dihelat di Samara Arena, Rusia, Kamis (21/6) malam WIB. Gol Denmark dicetak Eriksen pada menit ketujuh sedangkan gol balasan Australia dicetak Jedinak lewat titik penalti menit ke-38.

Dengan hasil ini Denmark memiliki peluang lebih banyak lolos ke babak 16 dari Grup C. Kini tim Dinamit itu mengemas empat poin dari dua kali laga karena sebelumnya berhasil menang melawan Peru 1-0.

Sementara Denmark berada di peringkat teratas Grup C menyusul Prancis dengan nilai tiga yang menang melawan Australia di laga perdana grup.

Di peringkat ketiga tentu Australia dengan mengemas satu poin serta juru kunci Peru yang belum memiliki nilai.

Posisi Denmark bisa kembali merosot ke peringkat kedua jika sebentara lagi Prancis mampu mengatasi permainan Peru.

Sebetulnya Denmark sempat menjanjikan dengan gol cepat Eriksen. Berawal dari umpan silang, Jorgensen dengan sangat cerdik mampu memberikan umpan kepada Eriksen. Tanpa ampun sang pemain langsung menghantam bola menjadi gol. Denmark unggul 1-0.

Namun setelah gol itu Denmark kesulitan mengembangkan permainan. Apalagi pemain belakang Australia mampu mematikan pergerakan Eriksen. Beberapa kali pemain Tottenham Hotspurs ini harus bekerja keras melewati hadangan pemain belakang Australia.

Bahkan Australia mampu membalas lewat tendangan penalti. Awalnya, Mooy melepaskan umpan silang lalu bola disundul oleh Milligan. Poulsen yang juga berusaha menyundul bola justru mengenai tangannya. Awalnya menurut wasit tidaklah handbal.

Tiba-tiba wasit menghentikan pertandingan karena mendengar ada intruksi VAR dan kemudian memutuskan jika telah terjadi handsball. Poulsen menerima kartu kuning atas handsball yang dia lakukan.

Jedinak yang bertindak sebabagai alogojo mengarahkan bola ke sisi kanan dan Schmeichel menangkap bola ke kiri. Kedudukan 1-1 terus berlangsung hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, kedua tim memperagakan permainan terbuka. Australia yang ngotot menang jika ingin berpeluang lolos terus menekan pertahanan Denmark.

Sedangkan serangan yang dibangun Denmark cukup mudah dibaca karena selalu dialirkan kepada Eriksen sebagai pembagi bola, juga cukup mudah diatasi.

Kiper Denmark Schameichel beberapa kali menggagalkan peluang dari Australia, termasuk ketika tembakan keras Arzani mampu digagalkannya. Juga tembakan voli jarak dekat dari Leckie yang sudah mengarah ke pojok nasih mampu ditepis Schameichel. Hingga wasit meniup pluit akhir kedudukan 1-1 dan tentu ini membuat peluang Australia tipis untuk lolos ke babak 16 besar. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru