Thursday, August 22, 2019
Home > Berita > Meski PPDB SD DKI Jakarta Sistem Online, Ratusan Orangtua Antre Daftarkan Anak di Sekolah

Meski PPDB SD DKI Jakarta Sistem Online, Ratusan Orangtua Antre Daftarkan Anak di Sekolah

Orangtua antre daftarkan anak di sekolah SD. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Meski Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan penerimaan murid baru dengan sistem online, namun orangtua tetap mendaftarkan anaknya secara manual. Seperi di SDN Cilangkap 01, Cipayung, Jakarta Timur, ratusan orangtua datang ke sekolah dan ngantre, Selasa (6/6).

Mereka antre sejak pukul 06:30, padahal pendaftaran peserta didik baru (PPDB) baru dibuka pihak sekolah mulai pukul 08:00. Tak ayal, para orangtua itu pun terlihat berjubel dan ketika formulir diberikan, orangtua yang didominasi ibu-ibu itu pun langsung berebut.

Umiyati, 35, salah satu orangtua calon siswa mengaku, datang pukul 06:30. Pihaknya sengaja datang lebih awal agar mendapatkan nomor antrean terdepan. “Saya pikir saya sudah paling 5 pagi datang ke sekolah. Nggak tahunya sudah banyak warga mengantre,” katanya.

Menurutnya, dia sengaja datang ke sekolah agar anaknya bisa masuk ke SDN 01 Cilangkap. Terlebih, ia juga sudah mendaftar melalui online sejak tiga hari lalu. “Berharapnya agar anak saya bisa masuk sini, soalnya lokasi sekolah dekat dengan rumahnya yang hanya berjarak 200 meter,” ungkapnya.

Kepala SDN Cilangkap 01, Siti Dhirrifngah mengatakan, hari ini pihaknya menyiapkan 300 lembar formulir dan langsung habis. Kuota murid baru di SDN Cilangkap 01 itu sendiri hanya 158 siswa, yang terbagi dalam lima rombongan belajar (rombel).

“Tahap awal untuk pendaftaran jalur umum, tanggal 5-7 Juni, hanya menerima 63 siswa. Sisanya, sisanya 95 siswa dijaring melalui pendaftaran jalur lokal yang dibuka pada tanggal 12-14 Juni mendatang,” ungkapnya.

Dikatakan Siti, pihaknya sengaja memberi surat kuasa bermeterai 6000 untuk membantu orangtua murid yang kesulitan mendaftarkan secara online. Melalui surat kuasa itu pula nantinya pihak panitia memasukkan data calon siswa secara online.

“Umumnya yang memberikan surat kuasa ini adalah mereka yang tak bisa mengakses jalur internet lantaran tidak paham,” pungkasnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru