Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Meski Gencatan Senjata, Jet Suriah Bunuh 4 Orang di Ghouta Timur

Meski Gencatan Senjata, Jet Suriah Bunuh 4 Orang di Ghouta Timur

Pasukan Suriah tetap melakukan serangan udara di Ghouta Timur, Surah, meski dalam kondisi gencatatan senjata. (Foto: Al Jazeera)

Pasukan Suriah tetap melakukan serangan udara di Ghouta Timur, Surah, meski dalam kondisi gencatatan senjata. (Foto: Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Damaskus) – Sedikitnya empat warga sipil tewas akibat serangan jet temput Suriah, Selasa (27/2) waktu setempat di Ghouta Timur Suriah, meski dalam suasana gencatan senjata. Demikian dikatakan aktivis, tentang serangan di daerah pinggiran Damaskus yang terkepung tersebut.

“Pesawat tempur Suriah meluncurkan beberapa serangan udara di Douma dan Harasta Selasa,” kata Mahmoud Adam, juru bicara Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai Helm Putih, kepada Al Jazeera.

“Di Douma, salah satu kota utama Ghouta Timur, empat orang, termasuk seorang wanita, tewas dan beberapa lainnya terluka,” kata Adam.

Sedang Alaa al-Ahmed, seorang aktivis lokal, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan tersebut dimulai pada pukul 9.30 pagi (7:30 GMT) pada hari Selasa, 30 menit setelah gencatan senjata yang didukung Rusia dimulai.

Gencatan senjata itu dimaksudkan untuk memungkinkan warga sipil mengungsi dari daerah kantong anti-pemerintah yang dibombardir pengeboman udara sejak 18 Februari.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan gencatan senjata dari pukul 09:00 sampai 14:00 (7:00 sampai 12:00 GMT) pada hari Selasa, selepas serangan udara dan operasi darat yang telah menewaskan lebih dari 550 warga sipil dalam delapan hari terakhir.

Menurut al-Ahmed, Rusia tidak memberikan jaminan atau “pihak ketiga yang terpercaya” untuk membantu mengevakuasi korban yang terluka dari daerah tersebut. “Bagaimana orang bisa mempercayai Rusia – orang yang sama mengebom kita – dengan membantu evakuasi yang aman dari yang terluka?” katanya. “Ada kontradiksi besar.”

Pemboman di pinggiran kota Damaskus, yang menampung sekitar 400.000 orang, merupakan salah satu perang paling besar di Suriah selama tujuh tahun terakhir. “Apa yang terjadi pagi ini adalah pelanggaran yang jelas dari gencatan senjata – yang hanyalah propaganda,” kata al-Ahmed.

Nour Othman, seorang wartawan lokal yang berbasis di Douma, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesawat tempur juga menyerang daerah al-Marj pada hari Selasa pagi, sebuah kota di dekat pinggiran kota Douma. “Puluhan orang telah terluka,” katanya.

“Dan di kota Misraba, setidaknya tujuh orang telah terluka akibat rudal permukaan-ke-permukaan,” kata Othman menambahkan. “Fasilitas medis dalam keadaan kacau – entah karena penembakan atau karena banyaknya korban luka yang dirawat,” jelasnya.

Gencatan senjata itu seharusnya membentuk “koridor yang aman” untuk memfasilitasi proses evakuasi, namun para aktivis mengatakan bahwa tidak ada upaya untuk melakukannya. “Sampai saat ini, tidak ada satu orang pun di dalam Ghouta Timur telah dievakuasi,” kata Adam, menggambarkan gencatan senjata itu sebagai “tidak jujur”.

Ghouta Timur telah berada di bawah kontrol anti-pemerintah sejak 2013, setelah pemerintah Presiden Bashar al-Assad memberlakukan pengepungan wilayah tersebut dalam upaya untuk mengusir pejuang oposisi. Blokade  telah menyebabkan masyarakat kekurangan makanan dan obat-obatan.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru