Monday, December 16, 2019
Home > Berita > Merah Putih berkibar di Puncak Everest

Merah Putih berkibar di Puncak Everest

Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) menapakkan kaki di titik tertinggi di dunia tepat pukul 05.50 waktu waktu setempat (atau pukul 07.05 WIB). (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Tim  The  Women  of  Indonesia’s  Seven  Summits  Expedition  Mahitala  Unpar  (WISSEMU)  berhasil  mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia, Puncak Gunung Everest (8.848 mdpl), Kamis waktu setempat.

Pencapaian ini semakin bermakna mengingat Puncak Gunung Everest menjadi penutup yang manis dari misi eksepedisi mengibarkan bendera Indonesia di tujuh gunung tertinggi di tujuh benua, seven summits -sering disalahartikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia.

Memulai perjalanan dari Everest Base Camp (EBC) pada 11 Mei 2018, —  di ketinggian 5.150 mdpl sebagai  titik  awal  pendakian  —  akhirnya  dua  pendaki  Tim  WISSEMU,  Fransiska  Dimitri  Inkiriwang (Deedee)  dan  Mathilda  Dwi  Lestari  (Hilda)  menapakan  kaki  di  titik  tertinggi  di  dunia  tepat  pukul  05.50 waktu waktu setempat (atau pukul 07.05 WIB).

Berita baik ini datang dari salah satu pendaki Tim WISSEMU, Hilda, melalui pesan satelit sesaat setelah sampai di Puncak Gunung Everest.

“Puji Tuhan Summit! Saat ini tanggal 17 Mei 2018, pukul 5.50 Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak Everest! Bendera Indonesia di tujuh puncak dunia! Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa!  Untukmu  Indonesia!  Terima  kasih  banyak  Unpar,  Mahitala,  Bank  BRI,  Multikarya  Asia  Pasifik Raya!” tutur Hilda

Hilda juga sempat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  semua rekan yang  telah memberi  dukungan  dari  Tanah  Air  dan  berharap  keberhasilan  ini  dapat  menjadi  berita  baik  untuk Indonesia, Bangkit Indonesia!

Rasa  bangga  pun  turut  diucapkan  Rektor  Universitas  Katolik  Parahyangan  Mangadar  Situmorang.

“Selamat untuk Deedee dan Hilda. Bangga terhadap dua putri terbaik Indonesia atas capaian di puncak terakhir  dari  7  benua,  Everest.  Atas  nama  civitas  akademika  Universitas  Katolik  Parahyangab,  saya menyampaikan selamat danbangga terhadap dua mahasiswa UNPAR yang telah menggoreskan prestasi di puncak  tertinggi. Terima kasih kepada  semua  pihak yang  mendukung tercapainya prestasi dunia  ini,” katanya.

Memulai  upaya  menuju  puncak  (summit  attempt)  dari  Camp  3  (8.225  mdpl)  pada  17  Mei  2018  pukul  23.30  waktu  setempat,  Tim  melakukan  perjalanan  selama  6,5  jam  untuk  mencapai  puncak  tertinggi  di dunia tersebut.  Perjalaan menuju  puncak  dari titik terakhir ini pun  ditemani dengan angin  kencang  dan suhu udara yang mencapai -25 derajat Celcius.

Perjalanan  menggapai  atap  langit  ini  tentu  bukan  perkara  mudah  dan  perlu  waktu  yang  panjang. Meninggalkan Indonesia sejak 29 Maret 2018,selama satu setengah bulan berada di Nepal dan Tibet, Tim fokus mempersiapkan diri melalui serangkaian kegiatan aklimatisasi di medan pendakian.  (sp/kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru