Tuesday, December 10, 2019
Home > Berita > Menunggu Kiprah Sean Gelael 2016 Oleh A.R. Loebis

Menunggu Kiprah Sean Gelael 2016 Oleh A.R. Loebis

Sean Gelael merencanakan berlaga di kejuaraan GP2 mulai musim 2016

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sean Gelael sudah menutup lomba 2015 dengan berada di urutan kesembilan pada putaran akhir Kejuaraan Formula Renault 3.5 di Sirkuit Jerez, Spanyol, setelah berkutat di medan laga sebanyak sembilan putaran sejak April lalu. 

Ia membukukan hasil sama dengan musim lomba 2014, ketika pada putaran akhir tahun lalu berada di urutan kedelapan, alias masuk urutan 10 besar dan berhak mendapatkan poin.

Pebalap yang 1 November nanti berusia 19 tahun itu, menutup musim balap 2014 di Hockenheim, Jerman, dengan bagus, pada putaran akhir Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa.

Ketika itu, pebalap yang mengendarai mobil Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Wolkswagen itu finish ke delapan di race ketiga, ke-10 pada race pertama.

Pada 2014, tim Jagonya Ayam with Carlin Dallara Volkswagen yang meliak-liuk dalam 11 putaran sebanyak 33 race dan berhasil menempatkan diri di urutan kedua klasemen tim sedangkan pada klasemen pebalap Tom Blomqvist menempatkan diri di urutan kedua dan
Antonio Giovinazzi asal Italia berada di urutan keenam.

Sean Gelael di tangga 18 (25 poin) dari 26 pebalap yang berada pada daftar peraih poin. Pada musim itu, ada delapan pebalap “rookie”, sedangkan dari Asia Pasifik diwakili Sean Gelael.

Nah, perlombaan Formula Renault 3.5 2015, Sean Gelael memenuhi ambisi untuk menambah koleksi poin ketika lomba di Sirkuit Jerez, Spanyol, ketika ia finis pada posisi kesembilan.

Ia menambah dua poin dengan total nilai tujuh dari keberhasilan tiga kali finis di posisi 10 besar. Sebelumnya, pebalap jangkung itu finis di peringkat kedelapan pada seri kedua di Monako dan menuntaskan balapan di posisi 10 pada seri keenam di Silverstone, Inggris.

Pada klasemen akhir tim 2015, Jagonya Ayam with Carlin berada di urutan keenam dari 10 tim yang berlaga, dengan menyimpan nilai 129 sedangkan urutan pertama tim Fortec Motorsport (425).

Pada klasemen pebalap, Sean di urutan 19 dengan nilai tujuih (7) sedangkan rekan setimnya Tom Dilman di tangga ketujuh, dari 26 pebalap yang berlomba sepanjang musim.

Sean sudah menimba pengalaman dan ilmu balap secara berjenjang mulai dari tingkat karting nasional, karting Eropa, Formula Pilota, Formula 3 Eropa (dua musim) dan Formula Renault 3.5 (2015).

Permainan Sean selama ini seperti mesin diesel, semakin lama semakin “panas”, bahkan ia beberapa kali tampil lebih cepat pada beberapa sesi latihan – dibanding beberapa pebalap tercepat lainnya.

Setelah dua musim di ajang lomba Formula Renault 3.5 yang kapasitas bodi dan mesinnya jauh lebih besar ketimbang Formula 3 Eropa (300 bhp lebih), apakah Sean akan naik kelas pada 2016?

Sudah hampir dipastikan, Sean akan beralih ke kelas yang lebih besar daya mesinnya. Kalau Formula Renault 3.5 yang bermesin Renault 3.4 liter V8 menghasilkan tenaga 530bhp, maka mobil GP2 dengan mesin Mecachrome V8 bertenaga 612bhp. Selain itu antara GP2 dan WSR dipasok oleh pabrikan ban yang berbeda. GP2 menggunakan Pirelli, sementara WSR memakai Michelin.

Mengincar kokpit F1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru