Wednesday, July 17, 2019
Home > Berita > Menteri Yohana: Selamatkan Satu Anak Berarti Selamatkan Masa Depan Indonesia

Menteri Yohana: Selamatkan Satu Anak Berarti Selamatkan Masa Depan Indonesia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof Dr. Yohana Yembise P.h.D (tengah) menerima cinderamata dari Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kanan) didampingi Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah(kiri) pada Diklat PAUD Astra VII di kantor pusat Astra International (31/08). (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Kunci sukses suatu bangsa mencetak generasi penerus yang berkualitas terletak pada pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usaha dini (PAUD).

 
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembise Ph.D dalam sambutannya saat Diklat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Astra keVII dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional di kantor pusat Astra International, Rabu.
 
“Berdasarkan hasil penelitian, generasi yang berkualitas dimulai dari PAUD. Intinya dalam proses PAUD, anak harus berkreatif dan aktif berbicara. Selamatkan satu anak berarti menyelamatkan masa depan Indonesia. Saya bangga kepada  ibu guru PAUD peserta diklat dapat hadir di sini karena mereka adalah ibu hebat yang dapat menyiapkan generasi masa depan bangsa,” tuturnya.
 
Diklat PAUD ke-VII ini merupakan hasil kerjasama antara PT Astra International Tbk, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Dalam Diklat ini dibahas materi-materi yang penting diketahui bagi ibu dan guru pengajar seperti konsep dasar PAUD, pola tumbuh kembang anak dan peran ayah dalam PAUD.
 
Dalam sambutannya, Menteri Yohana juga mengingatkan masih banyak anak Indonesia menjadi korban kekerasan. “Kami menyambut baik inisiatif diklat PAUD ini sebagai salah satu program inovatif untuk melindungi anak Indonesia dari kekerasan. Mari kita wujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.”
 
Acara yang diikuti sekitar 300 guru PAUD se-Indonesia ini juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ela Yulaelawati, Pengurus OASE KK Lis Untung Suseno, Ketua Umum APSAI Luhur Budiyarso, tokoh pendidikan Anies Baswedan, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security Astra International Pongki Pamungkas.
 
“Astra telah membina 150 PAUD di Indonesia, tetapi bukan hanya hardware saja yang diutamakan, tetapi juga software dan brainware. Mudah-mudahan dengan fasilitas yang Astra berikan, anak Indonesia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Head of Environment & Social Responsibility Astra International Riza Deliansyah.
 
Diklat PAUD Astra VII  merupakan bagian dari kegiatan CSR Astra di bidang Pendidikan. Hingga tahun 2016 ini, Astra telah memberikan beasiswa kepada 229.197 penerima, membina (hardware, brainware dan software) 14.987 sekolah, membina 43 sekolah Adiwiyata, membina 33.220 guru, donasi tas di sekolah terpencil 1.958 dan juga sepatu 6.000 serta membangun 20 unit rumah pintar di sembilan provinsi di Indonesia.
 
Selain seminar dan sharing terkait dengan pendidikan usia dini, Astra menyediakan penyuluhan dan pemeriksaan gratis kanker payudara dan kanker serviks serta pengecekan kadar gula dalam darah, kolesterol dan asam urat.
Pada prinsipnya di mana pun instalasi Astra berada, harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.  (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru