Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Menristek Dikti: Guru Harus Punya Motivasi Untuk Mengubah Bangsa

Menristek Dikti: Guru Harus Punya Motivasi Untuk Mengubah Bangsa

Menteri Ristek & Dikti M. Nasir (kedua kiri) saat mengunjungi Politeknik Manufaktur (Polman) Astra didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kiri) berbincang sambil mengamati kaca mata pengaman hasil karya mahasiswa Polman Astra bersama Direktur Polman Astra Tony H. Silalahi (ketiga kanan), Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Polman Astra Tony Pongoh (ketiga kiri) dan Sekretaris Dewan Pengurus Yayasan Astra Bina Ilmu Yakub Liman (kanan) dalam rangka peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional sekaligus menutup gerakan sosial “Guruku Inspirasiku” (19/5). n

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sebagai peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional sekaligus menutup gerakan sosial “Guruku Inspirasiku” yang dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 18 Mei 2016, PT Astra International Tbk pada Kamis mengadakan talkshow bertema “Optimalisasi Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Bidang Pendidikan”.

Acara ini dihadiri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. sebagai pembicara utama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Desa dan Transmigrasi Republik Indonesia Ir. Razali M.Si, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas dan para pimpinan yayasan Grup Astra.

Empat nara sumber menarik yang hadir dalam talkshow tersebut adalah pemerhati dan praktisi pendidikan sekaligus pendiri Inibudi.org Najeela Shihab, Kepala Bidang Analisis & Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian & Pengembangan, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Suprananto, peraih penghargaan Kepala Sekolah Terbaik Nasional 2015 Surahman serta penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 M.

Farid yang memiliki program sekolah alam untuk tingkat SD dan SMP dengan cara pembayaran uang sekolah menggunakan sayur atau bahkan gratis.

Dengan kehadiran para nara sumber tersebut, para peserta yang hadir diharapkan dapat memperoleh masukan dan wawasan baru mengenai inovasi pembelajaran dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menteri Nasir memberikan dorongan dan semangat kepada para penggerak pendidikan baik formal maupun nonformal agar senantiasa berinovasi dalam menyalurkan layanan pendidikan yang bermutu, berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang saat ini memasuki era digitalisasi.

Contoh Polman Astra

“Guru harus menjadi inspirasi untuk para penerus bangsa, bukan hanya sekadar pekerjaan,” ungkap Menteri Nasir. “Contohlah Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) yang memiliki program komprehensif dan dosen-dosen yang merupakan praktisi di bidangnya. Terima kasih untuk Astra, karena dana CSRnya dialokasikan untuk bidang pendidikan. Mudah-mudahan ini adalah investasi yang dilakukan Astra untuk membangun Indonesia,” tambahnya.

“Dari talkshow yang baik ini diharapkan dapat meningkatkan jejaring para penggerak pendidikan di Indonesia untuk bertukar informasi dan ilmu serta memotivasi kita semua untuk terus berjuang meningkatkan mutu pendidikan dalam mencetak generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah.

Pada kesempatan ini, Menteri Nasir juga mengunjungi fasilitas pendidikan Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra). Kunjungan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“Pendidikan vokasi mampu menyiapkan tenaga kerja berketerampilan tinggi yang siap pakai karena porsi pembelajaran didedikasikan untuk praktek sebesar 65%, dan juga 43% tenaga pendidik Polman Astra merupakan profesional dari industri Astra.

Praktek ini diberikan bukan hanya di laboratorium atau workshop Polman Astra, tetapi juga di industri. Pada tahun ke-3 mahasiswa Polman Astra ditempatkan magang di berbagai industri Astra dan mendapat bimbingan dari para mentor di industri. Ini menjadi salah satu kekuatan pendidikan di Polman Astra yaitu dukungan dari pimpinan industri Astra dalam praktek magang mahasiswa.

Ini mirip dengan praktek pendidikan vokasi yang ada di negara-negara maju seperti Jerman, Swiss, dan Jepang,” ujar Direktur Politeknik Manufaktur Astra Tony Harley Silalahi.

Polman Astra sejak tahun 1995 meluluskan 2.718 mahasiswa D3. Sebanyak 507 mahasiswa dari 21 provinsi di seluruh Indonesia menerima beasiswa Astra.  (SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru