Tuesday, October 23, 2018
Home > Berita > Menkeu Sri Mulyani: Defisit APBN 2018 Semester I Hanya Rp 110 Triliun

Menkeu Sri Mulyani: Defisit APBN 2018 Semester I Hanya Rp 110 Triliun

Menkeu Sri Mulyani di Istana Bogor. (Humas Setkab)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bogor) – Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keungan mengatakan, defisit berjalan pada pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hanya Rp 110 triliun atau terendah dalam 4 tahun terakhir.

“Lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang Rp 175 triliun. Ini menggambarkan pemerintah terus berusaha membuat APBN kita menjadi sehat, menjadi kredibel, terutama dikaitkan dengan banyak sekali pendapat mengenai masalah utang dan pengelolaan utang,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7) petang.

Menurut dia, hasil semester I ini mengkonfirmasikan bahwa pemerintah sangat berhati-hati dan sangat prudent di dalam menjaga APBN 2018.

“Dengan postur APBN kita yang relatif terjaga, telah diputuskan Presiden, nanti tahun 2018 ini pemerintah akan tetap menjaga APBN dengan defisit lebih rendah dari yang direncanakan.

“Tadinya 2018 adalah direncanakan 2,19% dari PDB, namun dari sisi outlook sekarang ini kami memperkirakan APBN 2018 akan defisitnya menjadi hanya 2,12 atau 2,12% dari PDB atau dalam hal ini Rp314 triliun, lebih kecil dari yang tadinya diperkirakan Rp325 triliun,” terang Sri Mulyani seperti dikutip dari Humas Setkab.

Karena postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara dan defisitnya lebih kecil dari direncanakan, maka menurut Menkeu, Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini yang tidak melakukan APBN perubahan.

“Laporan ini nanti akan kami sampaikan kepada dewan untuk dibahas pada minggu depan dengan Dewan Perwakilan Rakyat,” ujar Menkeu.

Dengan APBN yang baik, menurut Menkeu, pemerintah akan menggunakan instrumen fiskal ini untuk tetap menjaga ekonomi terutama kondisi perekonomian sedang dihadapkan pada tekanan yang berasal dari global.

“Tadi pagi dan sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian tadi bahwa kita terus melakukan berbagai upaya, melihat sektor ekonomi kita mana-mana yang perlu untuk mendapatkan dukungan, baik dalam bentuk insentif maupun dari sisi dukungan yang bisa kita berikan, agar mereka tetap bisa menggunakan kesempatan saat ini di dalam meningkatkan ekspor, mengelola impor agar tidak meningkatkan tekanan terhadap external balance kita,” ungkap Menkeu.

“Bersama-sama dengan otoritas moneter maupun OJK untuk terus menjaga agar dalam menghadapi gejolak global ini kita tetap bisa menjaga ekonomi secara stabil dan berkelanjutan,” tambahnya. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru