Monday, August 19, 2019
Home > Berita > Menghadiri pengajian Minggu pagi di Masjid Westall

Menghadiri pengajian Minggu pagi di Masjid Westall

Sebagian jamaah masjid Westall, Melbourne, menghadiri pengajian pada Minggu pagi (21/4/2019). (arl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Melbourne) – Sinar matahari bersinar terang, cuaca sejuk, dan perasaan seakan sedang berada di masjid di negara sendiri, ketika mengikuti pengajian komunitas muslim Indonesia pada Minggu pagi di Masjid Westall, Melbourne.

Tidak saja mendapatkan siraman rohani dari ustad muda yang berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, tetapi juga mendapatkan santapan jasmani karena kaum ibu membawa berbagai rupa penganan dari rumah masing-masing.

“Kalau mau kopi silahkan ambil sendiri Pak di ruangan sana. Ada berbagai merek kopi termasuk yang dari Indo,” kata salah seorang jamaah menyebutkan merek kopi tertentu sembari menunjuk ke salah satu ruangan (dapur). Orang di Australia menyebut Indo untuk Indonesia.

Masjid Westall yang dimiliki dan dikelola komunitas muslim Indonesia di Melbourne, tergabung dalam ‘Indonesian Muslim Community of Victoria’ (IMCV). Masjid itu sederhana, dari luar layaknya seperti rumah biasa, tapi ada kubah kecil di bagian atas depan bangunan.

Di masjid itu, ratusan warga dari berbagai bangsa dan kepercayaan berdatangan dua hari setelah terjadi penyerangan berdarah di dua masjid di kota kecil di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/19). Lilik Abdul Hamid dari Indonesia tewas di antara 49 jamaah yang tewas dan Zulfirman Syah cedera diterjang peluru.

Para saudara beda bangsa dan keimanan itu menyatakan turut berduka cita dan banyak bertanya tentang Islam, bertepatan pada hari yang disebut “Mosque Open Day” yang diadakan di puluhan masjid komunitas Indonesia di kawasan Victoria.

Nah Minggu pagi (21/4/19), Ustad Fajri Ahmad, memberikan tauziah pada para jamaah, yang berdatangan satu per satu bersama keluarga mau pun sendiri, karena tempat tinggal mereka relatif jauh dan datang ke masjid harus menggunakan kendaraan masing-masing.

Ia berbicara tauhid tentang masalah keimanan manusia yang lahir ke dunia ini sebenarny kodratny  untuk melakukan dua hal, yaitu mengabdi menjalankan syariah Allah SWT dan menjadi khalifah Allah SWT di muka bumi ini.

Ustad Fajri Ahmad asal Bukittinggi, Sumbar, memberikan pencerahan batin di Masjid Westall, Minggu. (arl)

“Semua bayi di dunia ini dilahirkan suci dan Islam. Orangtua dan guru atau lingkungan lah yang membuat ia menjadi Islam, majusi atau nasrani,” kata ustad Fajri lulusan IAIN Sumbar, yang memberikan ceramah di berbagai masjid di Melbourne.

Masjid Westwall berdiri melalui kerja keras dan ikhlas para komunitas muslim di wilayah negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne.

Pada 1997 – dilansir westall@imcv.org.au – para tokoh dari beberapa pengajian mengadakan pertemuan.  Mereka berasal dari pengajian Brunswick, SAS Melbourne, La Trobe, Monash Indonesia Islamic Society, Young Indonesia Moslem Student Association dan At Taqwa (pengajian Westall).

Santap pagi seusai mendengar tauziah Minggu pagi di Masjid Westall. (arl)

Pada 1998, ikatan muslim Victoria (IMCV= Indonesian Muslim Community of Victoria) yang sudah terbentuk,  melakukan aksi pengumpulan dana dan mendapat sambutan positif dari Konjen RI di Melbourne, juga para mahasiswa dan penduduk menetap (permanent residence) di Victoria.

Pada tahun itu juga dana terkumpul dan dapat membeli lahan serta bangunan tua tiga kamar di 130 Rosebank Ave, Clayton South, Vic 3169, Australia.

Tahun berikutnya gedung itu direnovasi dan pada pertengahan 2000 dapat digunaka untuk kegiatan spiritual dan sosial.  Ketua takmir untuk 2018-2020 adalah Achmad Subarja dan wakilnya Ardisa.

Bersama ustad Fajri Ahmad di depan Masjid Westall, Melbourne. (arl)

Kini, berbagai kegiatan ada di masjid itu, di antaraya pengajian Ahad pagi, kajian Fiqih, pengajian Jumat malam, kajian Ramadhan, kelas bahasa Arab serta berbagai kegiatan sosial.

Karena banyaknya umat muslim Indonesia yang terus bertambah di Australia,  maka IMCV pun kembali bekerja keras berusaha membangun masjid dan pada 2010 berdiri Masjid Surau Kita di kawawan utara Melbourne  dan pada 2012 berdiri masjid Baitul Ma’mur di kawasan barat Melbourne.

Ketiga masjid itu memiliki takmir DKM masing-masing dan keberadaannya di bawah IMCV. Berbagai kegiatan spiritual dan sosial di masjid itu amat dibutuhkan komunitas muslim, sebagai pendatang minoritas di negara itu. Umat muslim dari beberapa negara Timur Tengah pun datang menjalankan shalat di masjid itu.

Presiden IMCV Teguh Iskanto (kiri) bersama Anggota Parlemen Victoria, Meng Tak (kedua dari kanan) ketika berkunjung ke Masjid Westall, Maret lalu. (foto: IMCV, Fidinny Izzaturrahmi Hamid).

Ramadah sudah diambang pintu dan Masjid Westall pun bersiap dan pada Minggu itu pengurusnya sudah membentuk kepanitiaan untuk mengurus berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan.

Selain iftar bersama, biasanya pengurusnya mendatangkan ustad dari Indonesia yang akan memimpin kegiatan Ramadhan. Biasanya, kata jamaah, ustad yang datang beberapa orang dan setiap minggu bergiliran ke setiap masjid.

Menghadiri pengajian Minggu pagi di Masjid Westall,  serasa berada di dalam masjid di negara sendiri, apalagi bagi seorang jamaah asal Bandung yang mengaku tinggal di Melbourne sejak 1976.  (Catatan AR. Loebis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru