Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Mengevakuasi Lion Air JT 610, Syahrul Anto Meninggal Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Mengevakuasi Lion Air JT 610, Syahrul Anto Meninggal Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, menyampaikan rasa duka yang dalam atas meninggalnya Syahrul Anto, Tim Basarnas yang bertugas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Tjahjo mengungkapkan apa yang dilakukan almarhum Syahrul Anto contoh bagi semua terkait dedikasi dan nilai – nilai kemanusiaannya. “Pengabdiannya dan rekam jejaknya menunjukkan beliau mimiliki keterpanggilan jiwa untuk  selalu menolong manusia lainnya” ungkap Mendagri.

Sementara  Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi  Syachrul mengatakan, Syachrul merupakan penyelam memiliki kualitas tinggi, dengan jam selam cukup tinggi dan militan. Syachrul tergabung dalam Indonesia Rescue Diver Team.

“Saya sebagai Kepala Basarnas turut berduka yang sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan dari tim relawan kita. Demi tugas bangsa dan negara. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada personel Indonesia Diver tersebut,” kata Syaugi.

Sedang Tjahjo, seperti dikutip dari website Kemendagri menuturkan, negeri ini sangat membutuhkan lahirnya sosok Syahrul Anto lainnya yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara daripada kepentingan dirinya sendiri.

“Semangat kepahlawan Syahrul harus ditularkan kepada seluruh anak bangsa, mari bersatu memberikan uluran tangan memberikan bantuan kemanusiaan kepada saudara kita yang terkena dampak bencana gempa Lombok, Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, bencana banjir, dan Lion Air” tutur Tjahjo.

Sosok Syahrul Anto semoga menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu memiliki kepekaan memberi pertolongan kepada masyarakat di sekitar kita yang kurang mampu dan membutuhkan.

Syachrul Anto tidak sendiri saat menyelam untuk evakuasi pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat itu. Syachrul bersama rekannya,  Jumat (2/11),  menyelam guna melihat barang atau korban di dasar laut.

Saat evakuasi berlangsung–menurut Muhammad Syaugi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11)–rekannya tak melihat Syachrul. “Satu pihak sedang mencari sesuatu, tiba-tiba menengok yang satu (Syachrul) tidak ada. Cari-cari tidak ada,” ujarnya

Rekan Syachrul itu langsung naik ke atas. Saat di atas, Syachrul ditemukan dalam kondisi pingsan mengapung oleh tim SAR. Dia langsung ditangani dokter di lokasi dan sempat dimasukkan ke dalam chamber.

“Kita punya dokter, kita tangani dengan dokter. Setelah sadar kita masukkan di chamber untuk dikompresi. Kita punya peralatan itu semua,” jelasnya. Syahrul kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Namun mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Dia dimakamkan di Surabaya.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru