Friday, July 10, 2020
Home > Kota > Mengapa Mesin Mobil Sering Mati di Atas Rel KA

Mengapa Mesin Mobil Sering Mati di Atas Rel KA

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  “Kereta Argo Bromo, KA 1 menabrak mobil Kijang Grand Extra warna abu-abu dengan nopol B 1131 KMB,” kata Manager Humas PT KAI Daop IV, Suprapto. Kecelakaan itu terjadi di perlintasan liar tidak terjaga (Desa Karangawen) km 20+56 antara Stasiun Tegowanu-Brumbung Demak, Rabu (8/10) sekitar pukul 11.38 WIB.

Kecelakaan tersebut menyebabkan lima dari sembilan orang warga Dukuh Ngepung, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo yang berada di dalam mobil tewas. Rombongan tersebut berencana menghadiri acara khitanan di Desa Tlogorejo tidak jauh dari lokasi.

Suprapto berharap masyarakat berdisiplin berlalu-lintas terutama ketika melewati pintu perlintasan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, karena itulah alat pengamanan utamanya.

“Cukup berhenti di depan jalur rel, lalu tengok kiri-kanan, setelah yakin aman, baru bisa melanjutkan perjalanan,” jelasnya. Ia menyebut, total perlintasan di daop 4 Semarang 705 perlintasan, terdiri dari 507 perlintasan resmi dan 198 perlintasan liar.

Kapolsek Karangawen, AKP Budi Harsono mengatakan, empat orang meninggal di lokasi sementara satu orang meninggal di puskesmas. “Korban atas nama Lilis meninggal di puskesmas. Sempat mendapat pertolongan,” ujar Budi.

Medan Magnet

Tim Trafight Accident Analisis (TAA) Polda Jateng diturunkan ke lokasi kejadian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan perlintasan yang terletak di Desa Brambang, Kelurahan Brambang Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, itu tidak berpalang. Sirine peringatan di lokasi juga tidak berfungsi.

Banyak faktor yang mengakibatkan mobil mendadak mogok di lintasan rel. Menurut penjelasan ahli dariTim, mogoknya mobil terjadi akibat daya magnetik yang terdapat pada rel kereta api.

Daya tarik magnet timbul karena adanya gesekan antara roda kereta dan rel.

Roda kereta api umumnya dari baja berjenis ferritic. Baja jenis ini mempunyai medan magnet yang sangat kuat bahkan terkuat ketimbang jenis baja lainnya. Pemilihan baja ini agar kereta melaju stabil.

Selain menggunakan alat-alat manual untuk mengukur jalan, tim TAA yang datang ke lokasi juga mengerahkan peralatan canggih berupa helicopter remote control atau drone yang dipasangi kamera.

“Selain personel, kinerja kami juga didukung peralatan canggih,” kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Dit Lantas Polda Jateng, AKBP Kingkin, Rabu (8/10/2014).

Di lokasi kejadian, terlihat Drone berwarna putih dengan garis merah bitu itu diterbangkan di atas rel tempat kejadian. Drone dijalankan maju mundur untuk menentukan jarak pandang masinis saat berada di lokomotif.

“Diterbangkan setinggi lokomotif, jangan ketinggian,” perintah Kepala Seksi Laka Lantas Dit Lantas Polda Jateng, Kompol Wahyu Broto Narsono Adhi kepada operator drone.

Saat Drone tersebut maju dan mundur, seorang petugas terlihat mencatat sambil menyaksikan layar yang menampilkan gambar yang ditangkap kamera drone.

Olah TKP menggunakan remote control itu pun menarik perhatian warga. Anak-anak kecil juga terlihat antusias menyaksikan polisi mengendalikan drone empat baling-baling tersebut.

Rawan.

Kendaraan yang rawan mogok, biasanya adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin, sedangkan yang berbahan bakar solar, tidak akan berpengaruh. Sebab, beberapa kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI.

Saat terkena medan magnet besar, pengapian CDI ini akan terpengaruh, sehingga mesin bisa mati.

Lantas, bagaimana agar bisa terhindar dari masalah seperti itu? Berikut tips dari Kepala Humas Daerah Operasional I Jabodetabek PT Kereta Api, Mateta Rizalulhaq.

Pertama, bila kendaraan tiba-tiba mogok di atas rel, dorong kendaraan Anda dari rel. Setelah itu, baru Anda mencoba menghidupkan mesin kembali.

Kedua, lihat kiri dan kanan, bila ada kereta mau lewat, hentikan kendaraan Anda. Ketiga, jangan berebut dengan kendaraan lain. Yang lebih penting, tambah putaran mesin setiap kali melintasi rel KA. (Ais)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru