Friday, October 18, 2019
Home > Cerita > Mencuci Piring Buang Stres

Mencuci Piring Buang Stres

Ilustrasi -Cuci piring redakan stres

Ini bukan bercanda, tapi sungguhan. Majalah Time terbitan Amerika Serikat, 4 Oktober 2015 menurunkan berita mengenai hasil riset Universitas Negeri Florida. Penelitian dilakukan terhadap 51 orang mahasiswa, mereka diminta melakukan pekerjaan mencuci piring. 

Sebelum memulai, separuh partisipan penelitian diminta membaca secara penuh kesadaran wacana tentang mencuci piring, sisanya membaca deskripsi tentang mencuci piring. Kalimat deskriptif menuliskan soal cuci piring dengan singkat apa adanya, sementara wacana panjang memfokuskan kegiatan mencuci piring sebagai tugas yang dijalankan dengan sepenuh jiwa.
Inilah ringkasan wacana itu:
While washing the dishes one should only be washing the dishes. This means that while washing the dishes one should be completely aware of the fact that one is washing the dishes. At first glance, that might seem a little silly. Why put so much stress on a simple thing? But that’s precisely the point. The fact that I am standing there and washing is a wondrous reality. I’m being completely myself, following my breath, conscious of my presence, and conscious of my thoughts and actions. There’s no way I can be tossed around mindlessly like a bottle slapped here and there on the waves.

(Mencuci piring bagi seseorang ya mencuci piring . Ini berarti bahwa saat mencuci piring seseorang harus benar-benar menyadari fakta bahwa dia sedang mencuci piring . Sekilas hal ini mungkin tampak sedikit konyol . Mengapa harus stres pada hal yang sederhana ? Tapi justru itu poinnya . Fakta bahwa saya berdiri di sini dan mencuci piring adalah realitas yang menakjubkan. Saya menjadi diri sendiri, mengikuti tarikan napas sendiri, menyadari kehadiran diri, dan kesadaran atas pikiran dan tindakan saya. Pikiran saya tidak akan terombang-ambing bagaikan botol yang dipermainkan ombak).

“Saya sangat tertarik bagaimana kegiatan fisik seperti ini dapat dipakai untuk mempromosikan kesadaran pikiran dan secara keseluruhan meningkatkan rasa sejahtera (sehat lahir batin),” kata penulis Adam Hanley, kandidat doktor Sekolah Pendidikan Konseling/Program Psikolgi di Universitas Negeri Florida.

Peneliti menemukan bahwa orang yang mencuci piring dengan kesadaran (mereka fokus pada bau wangi sabun cuci, menikmati air yang dipakai mencuci, dan menyentuh perangkat yang dicuci) meningkatkan feeling inspirasi mereka sebesar 25% dan menurunkan tingkat rasa gugup sebesar 27 %. Sementara mereka yang mencuci piring begitu saja, tidak memperoleh apa-apa.

“Tampaknya, kegiatan rutin harian yang dilakukan penuh kesadaran dan diberi intensi tertentu, dapat meningkatkan kesejahteraan batiniah,” begitu kesimpulan studi itu.

Studi ini sendiri hanya diikuti 51 mahasiswa yang bersedia menjadi “kelinci percobaan”, sehingga tentu bisa jadi perlu dilakukan studi yang lebih luas. Tetapi para peneliti berkesimpulan bahwa di berbagai kegiatan rutin sangat mungkin bisa mengurangi stres dan meningkatkan ketengangan batin sejauh itu dilakukan dengan penuh kesadaran.

Silakan mencobanya. (Hendry Ch Bangun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru