Tuesday, January 21, 2020
Home > Featured > Menatap dari Huntingdale Puisi A.R. Loebis

Menatap dari Huntingdale Puisi A.R. Loebis

Kembang tanda duka dari masyarakat sekitar masjid Huntingdale. (arl)

Dari Huntingdale menatap

Al Noor dan Linwood

Ketika Jumatan di Huntingdale

dingin autumn

khusuk, di antara orang bersorban

berjubah berjanggut panjang

tatapan iklas penuh persaudaraan

khotbah bukan bahasa ibu

berkali-kali bilangan zakat dan jariah

aku mengkhidmatkan kewajiban

di Huntingdale

5.204 kilometer berjarak dari Jakarta

 

Jumat sama

Sama-sama Jumatan

bilangan menit ke menit

Masjid Al Noor dan Linwood gempar

timah panas berterbangan tajam menusuk kulit

Ada gempuran merobek daging, memecah tulang,

Merusak remuk redamkan semua aorta

tak pandang bulu, moncong timah berbalik

muntah menghentikan gerak

orang bergelimpangan bersimbah merah

di tempat berjarak 2.581 kilometer dari Huntingdale

limapuluh orang tergeletak, semua orang terhenyak

 

Dari Huntingdale merenung

dua tahun si pembantai merencanakannya

memilih membunuh di negara paling tenang di dunia, katanya

dunia menatap

menarik nafas

ini beda dengan pembantaian publik

yang terjadi dimana-mana

ini rumah Allah, membuncahkan emosi

bangsa apa saja

kepercayaan apa saja

kisah pedih di An Noor dan Lenwood

15 Maret 2019 menjadi tonggak berdarah

 

Dari Huntingdale memandang

Orang berdatangan

Berbagai warna kulit

Meletakkan kembang di meja

Bersalaman dan berucap tanda duka

We are sorry brother

50 nyawa terbang melayang ke udara

Tak ada yang sia-sia karena kematian adalah program

Berawal dan berujung dari amanah pada wasilah

Akan banyak yang menggantikan para syuhada

Mereka sudah datang dan bertanya

Tanpa melalui perang dan pedang

di situ paling banyak orang tak berkepercayaan

mereka menggali substansi dunia

untuk mengisi selongsong rohani

yang melompong selama ini tanpa isi

kehilangan makna kontemplasi

di negara paling sekuler tapi paling damai itu

50 nyawa sekaligus menghadap sang Pencipta

Disaksikan dunia yang berkata terbata-bata

Tapi mereka perkasa, pergi tak sia-sia

 

Dari masjid ABIC Huntingdale

di timur Melbourne aku memohon

Ya Allah semoga 50 orang itu mampu

mengetuk pintu hati penduduk dunia

apalagi persada nusantara

karena kami semua bersaudara

tak perlu silang sengketa walau berbeda

kami di mana-mana ada

kita ada di mana-mana.

***

Clayton, Melbourne,  17 Maret 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru