Saturday, December 07, 2019
Home > Cerita > Puisi & Pantun > Meja Yang Sepi :bagi Bowie Puisi Hendry Ch Bangun

Meja Yang Sepi :bagi Bowie Puisi Hendry Ch Bangun

Meja Yang Sepi
: bagi Bowie

Kopi semakin pahit
Ketika lagu itu diputar kembali
Dan aku sendiri di meja ini
Sepanjang waktu menanti

Cafe yang dulu menemani kita
Tetap penuh di kala siang atau malam
Orang membaca koran atau menulis catatan
Atau duduk menatap pejalan lalu lalang

Kau tak ada lagi
Aku tak mengerti mengapa itu terjadi
Kita tak bisa saling menatap atau berpegang tangan
Atau sekadar berbagi cerita

Usia kian habis
Tapi aku enggan menangisi hari

*Terinspirasi Lonely Table Just For One, Engelbert Humperdink
***

Temani Aku Malam Ini
: buat Pak Tri

Sepi itu tusukan diri
Karena itu kau kunanti malam ini
Mengapa ada jarak
Mengapa kita tak bisa terbang

Tak perlu menimbang
Dan memikirkan ide yang masuk akal
Yang kuinginkan hanya kita berpelukan
Di tepi jendela atau sofa di tengah ruang

Kita reguk waktu
Saling memandang dan memagut
Lepaskan tenaga yang terperangkap
Sampai tubuh bilang: sudah

Ayolah datang
Hanya itu jawaban sempurna
Bukan sekadar doa
Atau janji sia-sia

*Terinspirasi Help Me Make It Through the Night Kris Kristoffersen

***

Usia

Kita hanya angka
Bilangan penuh atau pecahan
Sejumlah gagasan dan impian
Sejumlah kegagalan dan pencapaian
Yang berjejer sejajar, berlawanan
Yang searah jarum jam atau sebaliknya

Tapi bisa juga hati
Rasa syukur dan terima kasih
Menerima dan memberi
Yang seluas lautan, sebening air
Atau sekuntum bunga
Yang harum dan menyiramkan cinta

Seperti mengukir puisi di batu nisan
Membuat kata yang hendak dipahat
Tiap detik usia hanya pilihan semata
Tak perlu bertanya hendak kemana
Datang sendiri pergi sendiri
Seperti itu juga nanti
***

Paris 2017

Selamat pagi dingin
Sudah kuhirup bau roti
Sudah kujalani trotoar bersih
Sudah kurasakan tetes gerimis
Sambil memandangi Eiffel yang gagah
Dari balik kaca stasiun kereta yang bergegas
November ini sulit mendapat matahari
Semata merasakan tiupan angin

Dan ya, Eiffel makin sesak
Manusia seperti buih di lautan
Bus turis parkir di setiap sudut jalan
Penjaja yang menawarkan gantungan kunci dan syal
Aku seperti kehilangan
Rindu yang tak kesampaian
***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru